Senin 11 Apr 2022 18:15 WIB

Jepang Batalkan Pembelian 40 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Jepang sudah sumbang 63 juta dosis AstraZeneca ke luar negeri

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Pemerintah Jepang telah membatalkan pembelian 40 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Pemerintah Jepang telah membatalkan pembelian 40 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pemerintah Jepang telah membatalkan pembelian 40 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca. Persetujuan untuk memboyong vaksin tersebut diteken tahun lalu.

Dalam sesi di parlemen pada Senin (11/4/2022), seorang pejabat Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan, kontrak tersebut memungkinkan pemerintah membatalkan sebagian pasokan jika tidak dibutuhkan.

Baca Juga

Jepang awalnya setuju membeli 120 juta dosis vaksin. Sebagian besar dosis diproduksi di dalam negeri oleh Daiichi Sankyo Co dan mitra lokal lainnya. Sekitar 200 ribu dosis AstraZeneca telah dipasokan ke pemerintah-pemerintah daerah di Jepang. Sementara 63 juta dosis lainnya sudah disumbangkan ke luar negeri.

Jepang sebagian besar mengandalkan vaksin Covid-19 tipe mRNA yang dikembangkan Pfizer dan Moderna. Vaksin tersebut pun menjadi pilihan utama Negeri Sakura dalam program dosis booster untuk warganya.

Sejauh ini Jepang sudah mencatatkan 7,04 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai setidaknya 28.688 jiwa. Tokyo menjadi prefektur dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 1,33 juta.

Di bawah Tokyo, empat daerah lainnya dengan kasus tertinggi adalah Osaka (833 ribu kasus), Kanagawa (640 ribu kasus), Saitama (463 ribu kasus), dan Aichi (440 ribu kasus). Di antara kelimanya, Osaka menjadi daerah yang angka kematian tertinggi, yakni 4.817 jiwa.

Saat ini angka global kasus Covid-19 telah menembus angka 499 juta. Pandemi sudah membunuh 6,18 juta orang di seluruh dunia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement