Kamis 14 Apr 2022 10:05 WIB

Kremlin Kecam Tuduhan Biden tentang Genosida di Ukraina

Rusia sebut Biden tidak berhak mengatakan genosida karena tangan AS tidak bersih

Rusia menegaskan tuduhan melakukan genosida di Ukraina dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden
Rusia menegaskan tuduhan melakukan genosida di Ukraina dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden

REPUBLIKA.CO.ID., MOSKOW -- Rusia menegaskan tuduhan melakukan genosida di Ukraina dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden "tidak dapat diterima," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu (13/4/2022).

"Kami menganggap upaya pengalihan situasi seperti itu tidak dapat diterima," kata Peskov dalam briefing rutin harian di Moskow, dia menambahkan bahwa Biden tidak berhak mengatakan hal-hal seperti itu, karena tangan AS tidak bersih, baik di masa lalu atau waktu baru-baru ini.

Dia kemudian mencatat bahwa Rusia saat ini tidak memiliki kontak dengan pemerintah AS.

Terkait jalan perundingan damai Rusia-Ukraina, Peskov mengatakan tidak ada yang perlu dilaporkan sekarang, tetapi negosiator Moskow Vladimir Medinsky “terus bekerja sangat, sangat keras.”

Soal penangkapan anggota parlemen oposisi Ukraina Viktor Medvedchuk, Peskov mengatakan dia dianiaya karena motif politik dan Rusia akan mengikuti kasusnya dengan cermat.

Pada Selasa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan penangkapan Medvedchuk dan mengusulkan pertukaran tentara Ukraina yang ditangkap dengan Rusia.

Pada proposal pertukaran, Peskov menekankan bahwa Medvedchuk adalah seorang politisi dan warga negara Ukraina, dan tidak ada yang tahu apakah dia ingin pergi ke Rusia.

Peskov mengatakan Medvedchuk bisa saja meninggalkan Ukraina berkali-kali sejak “operasi militer khusus” Rusia dimulai pada 24 Februari, tetapi dia tidak melakukannya.

Medvedchuk dituduh melakukan pengkhianatan dan mempromosikan terorisme, di antara pelanggaran lainnya.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/kremlin-kecam-tuduhan-biden-tentang-genosida-di-ukraina/2563111

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement