Jumat 22 Apr 2022 21:16 WIB

Kecam Serangan ke Palestina, Rabithah Sesalkan Sikap Hipokrit Barat

Rabithah ingatkan Penegakan HAM tidak dapat dilaksanakan secara hipokrit

Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf. Ormas Rabithah Alawiyah mengecam penyerangan Israel terhadap rakyat sipil Palestina yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rabithah menilai langkah Israel itu adalah bentul pelanggaran kemanusiaan yang terus menerus terjadi. Rabithah pun menyesalkan sikap hipokrit dunia internasional yang seolah menutup mata atas serangan pada bangsa Palestina.
Foto: Dok Istimewa
Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf. Ormas Rabithah Alawiyah mengecam penyerangan Israel terhadap rakyat sipil Palestina yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rabithah menilai langkah Israel itu adalah bentul pelanggaran kemanusiaan yang terus menerus terjadi. Rabithah pun menyesalkan sikap hipokrit dunia internasional yang seolah menutup mata atas serangan pada bangsa Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ormas Rabithah Alawiyah mengecam penyerangan Israel terhadap rakyat sipil Palestina yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rabithah menilai langkah Israel itu adalah bentul pelanggaran kemanusiaan yang terus menerus terjadi. Rabithah pun menyesalkan sikap hipokrit dunia internasional yang seolah menutup mata atas serangan pada bangsa Palestina. 

"Serangan di Palestina di tengah rakyatnya sedang beribadah Ramadhan adalah bentuk pelanggaran prinsip kemanusiaan yang serius. Rabithah mengecam segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia di mana pun. Baik itu di Palestina atau belahan wilayah lain yang kini sedang dilanda aksi kekerasan," ujar Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf lewat keterangan tertulisnya Jumat (22/4).

Rabithah menegaskan bahwa prinsip kemanusiaan berlaku pada siapapun dan dari kalangan manapun. Tidak hanya pada sesama umat Islam, melainkan berlaku pada seluruh umat manusia.

Hal ini selaras dengan prinsip kemanusiaan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah pun melarang keras kekerasan pada makhluk hidup lain.

"Ini menandakan bahwa Islam tegas memandang kemanusiaan sebagai salah satu prinsip yang wajib dijalankan. Prinsip yang berlaku untuk semua, bukan hanya untuk rakyat Ukraina saja melainkan untuk Palestina, maupun rakyat di seluruh belahan dunia," ujar Habib Taufiq.

Dalam kesempatan itu, Rabithah menyesalkan standar ganda barat soal HAM. Barat dinilai lebih tertarik bersuara pada apa yang terjadi di Ukraina, tapi diam soal Palestina.

"Penegakan HAM tidak dapat dilaksanakan secara hipokrit. Justru hal itu menandakan ada pihak yang menjadikan HAM bagian dari kepentingan politiknya. Padahal HAM itu universal, berlaku di mana saja dan bagi siapa saja. Mengecam pelanggaran HAM di Ukraina tapi diam atas peristiwa di Palestina adalah sebuah bukti bahwa banyak negara yang belum menghargai prinsip HAM sepenuhnya," begitu pernyataan resmi Rabithah. 

Rabithah pun mendukung langkah pemerintah untuk terus memperjuangkan nasib bangsa Palestina. Menurut Habib Taufiq, langkah pemerintah Indonesia dalam mendukung nasib bangsa Palestina selaras dengan semangat dasar konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia. "Karena penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Ini sesuai dengan pembukaan konstitusi kita, UUD 1945," kata Habib Taufiq.

Rabithah menyerukan kepada kaum muslimin untuk terus berdoa dan memberikan dukungan moral kepada bangsa Palestina. "Yakinlah bahwa mereka (bangsa Palestina) setelah diuji maka akan medali dari tuhan. Allah tak akan melupakan kejahatan atau kekejaman yang dilakukan orang-orang yang zalim," ujar Habib Taufiq.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement