Selasa 26 Apr 2022 16:05 WIB

Ramainya Singapura di Hari Pertama Bebas dari Pembatasan Covid--19

Pusat komersial, mal hingga berbagai perusahaan di Singapura kembali ramai

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Pusat komersial, mal, dan perusahaan teknologi yang gedungnya menjulang tinggi di Singapura itu kembali ramai di hari pertama bebas dari pembatasan Covid-19
Foto: EPA
Pusat komersial, mal, dan perusahaan teknologi yang gedungnya menjulang tinggi di Singapura itu kembali ramai di hari pertama bebas dari pembatasan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA  -- Pekerja kantor mengantre untuk naik kereta api, masuk restoran, dan menggunakan lift, sedangkan pengirim makanan berlomba dari gedung ke gedung saat keramaian kembali ke kawasan bisnis Singapura pada Selasa (26/4/2022). Momen itu menjadi penanda hari pertama bebas dari pembatasan Covid-19 di Singapura.

Pusat komersial, mal, dan perusahaan teknologi yang gedungnya menjulang tinggi di negara itu kembali ramai. Segerombolan orang pergi bekerja dan mengantre di luar restoran dan kedai kopi yang ramai setelah pihak berwenang menurunkan tingkat kewaspadaan pandemi untuk pertama kalinya.

Batasan ketat di tempat kerja dan pertemuan tidak ada lagi pada Selasa. Karyawan berlama-lama di luar tempat kerja dan transportasi umum penuh dengan pengguna yang kembali merasakan keadaan normal setelah dua tahun.

"Kantor hampir penuh hari ini, pertama kali dalam waktu yang cukup lama," kata seorang manajer produk Slava Nikitin.

"Ada antrean untuk lift pagi ini, meskipun kami memiliki enam lift," ujarnya.

Singapura telah dipuji karena kecepatan dan keberhasilannya dalam peluncuran program vaksinasi. Sebanyak 93 persen populasi telah menerima suntikan, sehingga membantu membatasi kematian akibat Covid-19 menjadi hanya 1.331 jiwa.

Pusat keuangan dengan 5,5 juta warga ini berhasil mengelola wabah awal. Wilayah ini telah mempertahankan kebijakan ketat dalam penentuan ukuran kelompok, pelacakan kontak, pengujian, perjalanan, dan pekerjaan kantor.

Meskipun pemakaian masker masih diperlukan di dalam ruangan atau dalam transportasi umum, sebagian besar pembatasan lainnya telah dihapu.  "Semua orang mulai frustrasi, jadi ada baiknya kita kembali normal sekarang dengan lebih banyak interaksi sosial," kata karyawan bank bernama Taiwah Lim.

"Dan bahkan lebih baik dengan normal baru, memiliki fleksibilitas bekerja dari rumah beberapa hari per minggu," ujarnya.

Selain itu, persyaratan pengujian untuk pengunjung yang divaksinasi masuk ke negara itu dapat meningkatkan ekonomi. Ekonomi Singapura diperkirakan akan tumbuh 3 hingga 5 persen tahun ini. Jumlah itu tumbuh 7,6 persen pada 2021, tercepat dalam satu dekade, pulih dari kontraksi 4,1 persen yang disebabkan oleh pandemi pada tahun sebelumnya.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement