Rabu 18 May 2022 11:00 WIB

Pemerintah Maduro akan Kembali ke Meja Perundingan

Presiden AS Chevron berbicara dengan pemerintah Maduro dan mencabut sanksi sementara.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
 Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan pidato tahunannya kepada negara di hadapan anggota parlemen di Majelis Nasional di Caracas, Venezuela, Sabtu, 15 Januari 2022.
Foto: AP/Matias Delacroix
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan pidato tahunannya kepada negara di hadapan anggota parlemen di Majelis Nasional di Caracas, Venezuela, Sabtu, 15 Januari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan oposisinya diperkirakan akan mengumumkan kembali menggelar pembicaraan. Ini dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) akan melonggarkan sejumlah sanksi untuk memperlancar proses negosiasi.

Hal ini disampaikan pejabat pemerintah AS dan pihak lain yang mengetahui persoalan ini. Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan pemerintah Presiden AS Joe Biden mengizinkan perusahaan minyak Chevron berbicara dengan pemerintah Maduro dan mencabut sanksi untuk sementara.

Baca Juga

Pada Selasa (17/5/2022) sejumlah sumber mengatakan Washington belum membuat keputusan akhir untuk memperpanjang batasan operasi Chevron di Venezuela. Chevron merupakan produsen minyak terakhir AS yang masih berada di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Pejabat AS mengatakan Washington juga hendak menghapus mantan petinggi perusahaan minyak PDVSA dan keponakan ibu negara Venezuela Cilia Flores, Erick Malpica dari daftar sanksi. Pejabat itu tidak bersedia disebutkan namanya.

Pejabat tersebut mengatakan langkah ini diambil setelah berkonsultasi dengan oposisi pemerintah Venezuela. Setelah delegasi pejabat tinggi AS berkunjung ke Caracas bulan Maret lalu, kunjungan itu membebaskan dua warga AS yang ditahan.

Dua orang sumber mengatakan dalam pertemuan di Caracas, Maduro meminta AS mencabut sanksi pada Malpica. Oposisi mengatakan mereka tidak meminta ada orang yang dihapus dari daftar sanksi. Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar.

Maduro juga mengungkapkan kesediaannya untuk kembali bernegosiasi dengan oposisi di Meksiko. Ia meninggalkan perundingan tersebut pada Oktober lalu. Sumber mengatakan kedua belah pihak diperkirakan akan segera menetapkan tanggal perundingan.

Pada Selasa kemarin foto antara ketua negosiasi tim pemerintah Venezuela dan oposisi diunggah di Twitter. Di foto itu mereka berjabat tangan. Foto itu diberi judul "Dalam rapat kerja untuk rencana masa depan. Menyelamatkan semangat Meksiko."

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengatasi krisis politik Venezuela yang berlarut-larut. Washington bersikeras mereka hanya akan mencabut sanksi bila ada progres dalam perundingan. AS mengakui ketua oposisi Juan Guaido sebagai presiden yang sah, Washington mengecam Maduro mencurangi pemilihan 2018 lalu. Maduro masih berkuasa hingga saat ini.

Dalam unggahannya di Twitter Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan pemerintahnya berharap Washington akan mencabut "semua sanksi ilegal yang berdampak pada rakyat kami."

Pada Senin lalu pemerintah Biden mengumumkan revisi kebijakan pada Kuba termasuk melonggarkan sejumlah pembatasan yang diterapkan mantan Presiden Donald Trump. 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement