Senin 30 May 2022 10:54 WIB

Uni Eropa Gagal Lagi Sepakati Embargo Minyak Rusia

Meski gagal sepakati embargo minyak, Uni Eropa masih akan mencoba

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Kilang minyak TotalEnergies Leuna dekat Spergau, Jerman Timur, 25 April 2022. Karena invasi Rusia ke Ukraina, Uni Eropa sedang mempersiapkan rencana untuk embargo minyak Rusia.
Foto: EPA-EFE/FILIP SINGER
Kilang minyak TotalEnergies Leuna dekat Spergau, Jerman Timur, 25 April 2022. Karena invasi Rusia ke Ukraina, Uni Eropa sedang mempersiapkan rencana untuk embargo minyak Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa pada Ahad (29/5/2022) gagal menyepakati embargo impor minyak Rusia. Tetapi para diplomat masih akan mencoba membuat kemajuan menjelang pertemuan puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Mei.

Seorang diplomat senior Uni Eropa mengatakan, masih terlalu banyak detail yang harus diselesaikan untuk mencapai kesepakatan sebelum para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels pada Senin (30/5/2022) sore. Sejauh ini, Hungaria menentang embargo impor minyak Rusia, karena akan menjatuhkan perekonomiannya.

Baca Juga

Jika Uni Eropa melarang impor minyak dari Rusia, maka Hungaria tidak dapat dengan mudah mendapatkan minyak dari tempat lain. Slovakia dan Republik Ceko juga menyatakan keprihatinan yang sama.

Pembicaraan tentang embargo minyak telah berlangsung selama sebulan tanpa kemajuan. Para pemimpin Uni Eropa sangat ingin mencapai kesepakatan agar tidak terlihat terpecah dalam tanggapan mereka terhadap Moskow.

Untuk memecahkan kebuntuan, Komisi Eropa mengusulkan agar larangan hanya berlaku untuk minyak Rusia yang dibawa ke Eropa oleh kapal tanker. Dengan demikian, Hongaria, Slovakia dan Ceko dapat tetap mengimpor minyak Rusia melalui pipa untuk beberapa waktu sampai mendapatkan pasokan alternatif.

Budapest mendukung usulan tersebut. Namun Hongaria ingin meningkatkan kapasitas pipa minyak dari Kroasia untuk mengalihkan kilangnya dari menggunakan minyak mentah Ural Rusia, ke minyak mentah Brent. Hal ini akan dibahas oleh utusan Uni Eropa pada Senin pagi bersama dengan masalah lainnya, yaitu bagaimana memastikan persaingan yang adil. Karena negara-negara anggota yang bergantung pada pengiriman minyak mentah Brent akan menghasapi harga yang lebih tinggi, sebagai akibat dari sanksi.

Pemotongan impor minyak dari Rusia merupakan bagian dari paket sanksi keenam Uni Eropa. Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan beberapa negara lainnya menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Sanksi ini sebagai hukuman atas invasi Rusia ke Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari lalu. Sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia termasuk mengeluarkan bank terbesar Rusia, Sberbank dari sistem transfer global SWIFT, dan melarang operasional media Rusia dari Uni Eropa.

Sanksi juga menyasar individu mulai dari miliarder hingga pejabat Rusia. Aset mereka dibekukan dan dilarang masuk ke Uni Eropa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement