Senin 30 May 2022 15:07 WIB

China Gali Peluang Investasi di Pasifik

Investasi China di negara-negara Pasifik, salah satunya di Fiji telah disambut baik.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Menteri Luar Negeri China Wang Yi, tengah, muncul di panggung pada pertemuan Menteri Luar Negeri Kepulauan Pasifik dengan Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama, Senin, 30 Mei 2022, di Suva, Fiji.
Foto:

China menepis pernyataan Blinken. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan, AS telah menyebarkan disinformasi.  "Tujuan pidato Blinken adalah untuk menahan dan menekan perkembangan China dan menegakkan hegemoni AS. Kami sangat menyayangkan dan menolak ini," ujarnya.

China mengatakan, kerja sama antara Beijing dan negara-negara kepulauan Pasifik telah berkembang dan disambut baik. Perekonomian Fiji terpukul keras oleh pandemi virus korona. Industri pariwisata vital ditutup dan PDB menyusut lebih dari 15 persen. Fiji mencoba untuk bangkit kembali, dan menyambut baik rencana investasi China.

Keterlibatan China di kawasan Pasifik tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada sejarah panjang imigrasi Cina di Fiji. Banyak orang China Fiji membuka toko dan bisnis lainnya.

photo
Sebuah barikade menghalangi depan Kedutaan Besar China di Suva, Fiji, Jumat, 27 Mei 2022. Menteri Luar Negeri China Wang Yi sedang melakukan tur pulau-hopping Pasifik di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang ambisi militer dan keuangan Beijing di wilayah tersebut. - (AP Photo/Aileen Torres-Bennett)

“Ada sisi baik dan sisi buruk. Kami mendapatkan lebih banyak uang untuk mendorong ekonomi, tetapi kemudian ada juga sisi di mana mereka membawa banyak hal baru bagi budaya Fiji," ujar seorang mahasiswa di University of the South Pacific, Nora Nabukete.

Nabukete khawatir tentang sisi yang lebih buruk yang telah dikaitkan dengan investasi China di Fiji. Misalnya, masuknya perjudian, geng, dan narkoba.

Dia mengatakan, bersekutu dengan China dapat berarti bahwa Fiji menciptakan ketegangan dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Untuk alasan itu, dia berharap Fiji tidak mendukung kesepakatan Wang.

 

“Ada lebih banyak kerugian di masa depan daripada apa yang kita alami sekarang jika Fiji benar-benar menandatangani kontrak,” kata Nabukete.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement