Kamis 09 Jun 2022 11:06 WIB

Mark Ruffalo Sebut PayPal Diskriminatif Terhadap Warga Palestina

PayPal tidak memberikan akses platform pembayaran digitalnya kepada warga Palestina.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Paypal. Aktor Hollywood papan atas Mark Ruffalo menuding PayPal Holdings bertindak diskriminatif terhadap warga Palestina.
Foto: EPA
Paypal. Aktor Hollywood papan atas Mark Ruffalo menuding PayPal Holdings bertindak diskriminatif terhadap warga Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Aktor Hollywood papan atas Mark Ruffalo menuding PayPal Holdings bertindak diskriminatif terhadap warga Palestina. Menurut Ruffalo, PayPal tidak memberikan akses platform pembayaran digitalnya kepada warga Palestina.

"PayPal beroperasi di pemukiman ilegal Israel, dan menolak untuk memberikan layanan kepada Palestina di Gaza dan Tepi Barat, secara langsung ini melanggar pedoman PBB," ujar Ruffalo dalam cuitannya di Twitter.

Baca Juga

Dilansir Middle East Monitor, Kamis (9/6/2022), Ruffalo juga melampirkan tautan petisi yang mendesak PayPal untuk menawarkan layanannya di wilayah Palestina. Petisi tersebut diusung oleh SumOfUs, yaitu sebuah LSM internasional yang berupaya melawan kekuatan bisnis besar.

Petisi tersebut berbunyi, "Anggota SumOfUs telah membuat langkah besar sehingga Ben & Jerry's menjadi perusahaan global besar pertama yang menarik diri dari wilayah pendudukan Palestina secara ilegal. Beberapa sumber di dalam perusahaan mengatakan, puluhan ribu dari Anda yang mengambil tindakan memiliki dampak besar dalam keputusan ini," ujar pernyataan petisi SumOfUs.

Petisi tersebut menyerukan kepada pembaca untuk mendesak PayPal berhenti mendiskriminasi warga Palestina dan menawarkan layanannya kepada semua orang di Gaza dan Tepi Barat. Menurut petisi tersebut, orang Palestina dapat menggunakan cara lain untuk menerima uang dari luar negeri. Misalnya saja melalui Apple Pay yang sudah tersedia secara lokal. Selain itu, bank-bank Palestina telah menjadi bagian dari SWIFT, yaitu sistem global untuk pembayaran lintas batas. Sementara PayPal yang merupakan pemimpin dunia dalam pembayaran e-niaga, tidak memberikan layanan akses keuangan kepada warga Palestina.

"Tanpa pengakuan merek internasional dan keserbagunaan PayPal, warga Palestina masih kekurangan akses yang diperlukan ke pasar keuangan untuk memperbaiki situasi ekonomi mereka," kata kelompok hak digital Palestina, 7amleh dalam laporannya.

“Masih belum diketahui mengapa PayPal enggan menawarkan layanannya kepada warga Palestina yang memiliki rekening bank di Tepi Barat dan Gaza, karena ini bisa menjadi cara jitu bagi PayPal untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kesetaraan di Palestina," ujar pernyataan 7amleh menambahkan. 

Ruffalo merupakan salah satu aktor Amerika yang sangat vokal membela Palestina. Sikap tegasnya kerap menuai pujian, karena dia tidak segan mengutuk pelanggaran Israel dan diskriminasi yang melanggar hukum internasional.

Tahun lalu, aktor berusia 54 tahun itu menyatakan bahwa, sudah waktunya sanksi dijatuhkan kepada Israel untuk membebaskan warga Palestina. Ruffalo melontarkan pernyataan tersebut setelah pengadilan Israel mengeluarkan perintah pengusiran massal keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

"Sanksi terhadap Afrika Selatan membantu membebaskan orang kulit hitam, saatnya sanksi terhadap Israel untuk membebaskan warga Palestina. Bergabunglah dengan seruan itu,” kata Ruffalo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement