Senin 13 Jun 2022 22:35 WIB

Kelompok Bersenjata Nigeria Bebaskan 11 Sandera Serangan ke Kereta

Masih lusinan sandera belum dibebaskan dalam serangan Kereta di Nigeria

Rep: Lintar Satria/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi rel kereta api. Masih lusinan sandera belum dibebaskan dalam serangan Kereta di Nigeria
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ilustrasi rel kereta api. Masih lusinan sandera belum dibebaskan dalam serangan Kereta di Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID, KADUNA – Kelompok bersenjata membebaskan 11 penumpang yang diculik dalam serangan pada sebuah kereta di utara Nigeria pada akhir Maret lalu. Pemerintah Nigeria mengatakan masih terdapat lusinan orang yang masih disandera. 

Dalam pernyataannya Sabtu (12/6/2022) Menteri Negara untuk Transportasi Gbemisola Saraki mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk memastikan semua penumpang yang diculik dibebaskan. Penumpang yang sudah dibebaskan dibawa ke rumah sakit di Abuja.

Baca Juga

Saraki tidak mengatakan bagaimana dan di mana mereka dibebaskan. Dia juga tidak mengungkapkan apakah pemerintah membayar uang tebusan.

Pada 28 Maret lalu kelompok bersenjata yang masyarakat setempat sebut bandit meledakan rel kereta rute Abuja-Kaduna di utara Nigeria. Mereka melepas tembakan pada kereta malam itu dan membunuh delapan orang.

Perusahaan kereta Nigeria awalnya mengatakan menjelaskan keberadaan 168 orang yang tertera dalam daftar pejalanan kereta. Tapi kemudian sebagian dilacak sampai rumah mereka, tapi ada 65 orang dikonfirmasi hilang.

Video yang dirilis para tersangka menunjukkan sejumlah orang sedang disandera. Mereka mengidentifikasi diri sebagai penumpang kereta yang diserang. 

"Kami sangat bersyukur dengan perkembangan positif ini, kami turut menyadari kesedihan semua korban dan keluarga mereka, yang sayangnya harus menjalani trauma tak terbayangkan sejak insiden tragis ini," kata Saraki. 

Para bandit telah membunuh dan menculik ratusan orang untuk uang tebusan di seluruh penjuru Nigeria utara. Warga pun sangat ketakutan. 

Dalam Hari Demokrasi, Presiden Muhammadu Buhari mengatakan rakyat Nigeria semakin khawatir dengan meningkatnya ketidakamanan. Tapi ia berjanji pemerintahnya sedang bekerja untuk mengatasi situasi ini dan memastikan pemilihan umum pada awal 2023 berjalan aman. 

"Setiap hari saya turut sedih dan khawatir pada semua korban dan tahanan terorisme dan penculikan," kata Buhari dalam pidato yang disiarkan televisi.    

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement