Sabtu 25 Jun 2022 06:40 WIB

Rusia: Ada Konsekuensi Negatif di Balik Status Kandidat Ukraina dan Moldova

Uni Eropa memberikan status kandidat kepada Ukraina dan Moldova

Rep: Rizki Jaramaya/ Red: Agung Sasongko
Uni Eropa

Para pemimpin Uni Eropa menekankan, Ukraina dan Moldova memiliki banyak "pekerjaan rumah" yang harus dilakukan. Langkah ini adalah ekspansi paling ambisius sejak negara-negara Eropa Timur bergabung dengan Uni Eropa setelah Perang Dingin.

"Saya yakin bahwa mereka (Ukraina dan Moldova) akan bergerak secepat mungkin dan bekerja sekeras mungkin untuk menerapkan reformasi yang diperlukan," kata Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dalam konferensi pers. 

Duta besar Uni Eropa untuk Ukraina, Vsevolod Chentsov, mengatakan, lampu hijau Uni Eropa adalah sinyal bagi Moskow bahwa Ukraina, dan juga negara-negara lain dari bekas Uni Soviet, tidak dapat menjadi bagian dari lingkungan Rusia. Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, "operasi militer khusus" yang diluncurkannya di Ukraina pada akhir Februari, bertujuan untuk mencegah ekspansi Barat ke wilayah Timur. 

Di balik retorika kemenangan atas pemberian status kandidat Ukraina dan Moldova, ada kekhawatiran di internal Uni Eropa tentang bagaimana blok itu dapat tetap koheren karena anggotanya terus membesar. Sejarah pembentukan Uni Eropa dimulai pada 1951 sebagai organisasi enam negara untuk mengatur produksi industri.

Kini Uni Eropa memiliki 27 anggota yang menghadapi tantangan kompleks, mulai dari perubahan iklim, pengaruh Cina yang semakin kuat, hingga perang yang terjadi di dekat lingkungan mereka.

 Pekan ini, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan, Uni Eropa harus mereformasi prosedur internalnya untuk mempersiapkan aksesi anggota baru. Dia menekankan perlunya isu-isu kunci untuk disetujui dengan mayoritas yang memenuhi syarat, ketimbang dengan suara bulat. Persyaratan untuk kebulatan suara sering menggagalkan ambisi Uni Eropa, karena negara-negara anggota dapat memblokir keputusan atau meloloskannya.

Keengganan atas perluasan Uni Eropa telah memperlambat kemajuan menuju keanggotaan untuk sekelompok negara Balkan seperti Albania, Bosnia, Kosovo, Montenegro, Makedonia Utara dan Serbia. Para pemimpin Uni Eropa akan kembali memberikan komitmen penuh dan tegas terhadap perspektif keanggotaan Uni Eropa di Balkan Barat. 

 

Tetapi langkah cepat Uni Eropa yang secara resmi memberikan status kandidat kepada Ukraina, akan membuat negara-negara Balkan merasa disingkirkan. Hal ini berisiko bagi Uni Eropa, karena Rusia dan Cina dapat memperluas pengaruh mereka di kawasan Balkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement