Selasa 05 Jul 2022 16:41 WIB

Prancis Repatriasi 16 Ibu dan 35 Anak dari Kamp Ekstremis Suriah

Para ibu bakal diadili, sedangkan anak-anak akan diserahkan ke layanan perlindungan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Anak-anak berkumpul di luar tenda mereka, di kamp al-Hol, yang menampung keluarga anggota kelompok Negara Islam (ISIS), di provinsi Hasakeh, Suriah, 1 Mei 2021. Pemerintah Prancis telah menerima kembali 16 ibu dan 35 anak dari kamp-kamp di Suriah yang menahan anggota keluarga tersangka ekstremis sejak ISIS digulingkan pada 2019.
Foto: AP Photo/Baderkhan Ahmad
Anak-anak berkumpul di luar tenda mereka, di kamp al-Hol, yang menampung keluarga anggota kelompok Negara Islam (ISIS), di provinsi Hasakeh, Suriah, 1 Mei 2021. Pemerintah Prancis telah menerima kembali 16 ibu dan 35 anak dari kamp-kamp di Suriah yang menahan anggota keluarga tersangka ekstremis sejak ISIS digulingkan pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pemerintah Prancis telah menerima kembali 16 ibu dan 35 anak dari kamp-kamp di Suriah yang menahan anggota keluarga tersangka ekstremis sejak ISIS digulingkan pada 2019. Para ibu bakal diadili, sedangkan anak-anak akan diserahkan ke layanan perlindungan.

“Prancis hari ini telah melakukan pengembalian ke negara 35 anak Prancis di bawah umur yang berada di kamp-kamp di timur laut Suriah. Operasi ini juga termasuk pemulangan 16 ibu dari kamp yang sama,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis, dilaporkan France24, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga

Mereka ditahan di kamp-kamp yang dikelola kelompok Kurdi. Malnutrisi dan penyakit merebak di wilayah timur laut Suriah tempat kamp-kamp tersebut berdiri. Salah satu kamp terbesar di sana adalah Al-Hol. Menurut organisasi Save the Children, rata-rata dua anak di Al-Hol meninggal setiap pekannya.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) telah lama mendesak pemerintah Prancis untuk memulangkan sekitar 200 anak dalam tahanan yang dibawa ke wilayah ISIS oleh orang tua mereka. Ada pula anak yang lahir di sana selama pertempuran.

Pemerintah Prancis lebih memprioritaskan keamanan domestiknya. Repatriasi anak-anak dan ibu mereka dari Suriah dianggap menimbulkan risiko keamanan. Prancis memang menghadapi serangkaian serangan teror dari ISIS. Salah satu yang terburuk adalah serangan ke gedung konser Bataclan dan target lain di sekitar Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang.

Dengan repatriasi terbaru, Prancis sudah memulangkan 161 anak dari Suriah sejak 2016.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement