Rabu 13 Jul 2022 06:45 WIB

Serangan Udara AS Bunuh Pemimpin ISIS di Suriah

Al-Agal tewas dalam serangan drone di barat laut Suriah.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Muhammad Hafil
Serangan Udara AS Bunuh Pemimpin ISIS di Suriah. Foto:   Gerakan ISIS (ilustrasi)
Foto: VOA
Serangan Udara AS Bunuh Pemimpin ISIS di Suriah. Foto: Gerakan ISIS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,DAMASKUS – Seorang pemimpin ISIS di Suriah, Maher al-Agal, tewas dalam serangan udara yang diluncurkan pesawat nirawak (drone) Amerika Serikat (AS). Al-Agal adalah satu dari lima tokoh yang memimpin ISIS saat ini.

 Komando Pusat AS mengungkapkan, al-Agal tewas dalam serangan drone di barat laut Suriah. “Perencanaan ekstensif masuk ke operasi ini untuk memastikan keberhasilan pelaksanaannya. Tinjauan awal menunjukkan tidak ada korban sipil,” kata Komando Pusat AS, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga

Serangan tersebut turut membuat rekan dekat al-Agal terluka parah. Menurut Komando Pusat AS, al-Agal aktif dan bertanggung jawab dalam mengembangkan kembali jaringan ISIS di luar Irak serta Suriah. Kematiannya akan menjadi pukulan bagi ISIS yang kini sudah kehilangan sebagian besar wilayah kekuasaannya.

Pada Oktober 2019, mantan presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kematian pendiri ISIS, yakni Abu Bakar al-Baghdadi. Dia tewas saat AS menggelar operasi militer di barat laut Suriah, tepatnya di Barisha. Menurut Trump pasukan AS membunuh sejumlah besar milisi ISIS dalam serangan tersebut

Kala itu Trump mengatakan, al-Baghdadi terperangkap di sebuah terowongan buntu bersama tiga anaknya. Dia kemudian memutuskan meledakkan dirinya sendiri dengan bom rompi. Menurut Trump, keberhasilan operasi di Barisha dapat tercapai berkat bantuan Rusia dan Irak. Dia mengucapkan terima kasih atas kerja sama kedua negara tersebut. 

AS kemudian menenggelamkan jasad al-Baghdadi ke laut. Namun Washington tak menjelaskan secara terperinci mengenai hal itu. Tak dirilisnya bukti visual jenazah al-Baghdadi sempat memantik kecurigaan bahwa pemimpin ISIS itu belum tewas. Sebab sebelum Oktober 2019, dedengkot ISIS itu telah beberapa kali dikabarkan terbunuh. Namun laporan tersebut terbukti keliru. 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement