Jumat 15 Jul 2022 00:08 WIB

45 Negara Sepakat Bantu Investigasi Bukti Kejahatan Perang Rusia

Dalam konferensi ICC, 45 negara janji bantu investigasi kejahatan perang Rusia.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Reiny Dwinanda
Tim penyelamat Ukraina beristirahat ketika mereka membersihkan puing-puing di sebuah sekolah setelah serangan roket pagi hari di daerah perumahan Kharkiv, Ukraina, 04 Juli 2022. Penembakan Rusia menghancurkan sebuah sekolah menengah di Kharkiv dan menurut kepala Administrasi Militer Daerah Kharkiv Oleh Synehubov tidak ada laporan tentang korban. Kharkiv dan daerah sekitarnya baru-baru ini telah menjadi sasaran peningkatan penembakan dan serangan udara oleh pasukan Rusia.
Foto:

Namun demikian, Rusia telah berulang kali membantah terlibat dalam kejahatan perang dan sengaja menargetkan warga sipil sejak menginvasi Ukraina pada Februari lalu. Sejauh ini, Rusia mengklaim meluncurkan "operasi militer khusus" untuk melindungi penutur bahasa Rusia dan membasmi nasionalis berbahaya.

Hingga kini, Kementerian pertahanan Rusia belum segera mengomentari laporan rudal ke Vinnytsia. Kembali ke konferensi ICC dengan 45 negara tersebut, ada 23 ribu investigasi kejahatan perang yang kini terbuka.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra mengatakan bahwa Belanda juga akan mempertimbangkan untuk membentuk pengadilan internasional khusus kejahatan perang Ukraina. Sebagian karena, baik Ukraina maupun Rusia , bukanlah anggota ICC.

"Kita harus mengisi kekosongan dan ICC di sini tidak memiliki yurisdiksi, jadi saya bisa membayangkan kita akan membuat pengadilan semacam itu... Kami akan memeriksanya," kata Wopke, dikutip laman Channel News Asia.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement