Senin 18 Jul 2022 22:25 WIB

Yellen: AS dan Sekutu tak Boleh Biarkan China Dominasi Pasar

AS dan sekutu tak boleh biarkan China dominasi pasar bahan baku

Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengatakan AS dan sekutu perlu menghalangi
Foto: ANTARA FOTO/POOL/Fikri Yusuf
Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengatakan AS dan sekutu perlu menghalangi

REPUBLIKA.CO.ID,  SEOUL -- Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen akan mendesak sekutu AS memperdalam hubungan dagang. Cara ini digunakan untuk membentengi rantai pasokan, mengatasi inflasi, dan menghalangi "praktek dagang" China yang tidak adil dan upayanya mendominasi bahan baku dan pasar teknologi.

Yellen akan menyampaikan pidato kebijakan setelah mengunjungi fasilitas teknologi berat LG Corp di Seoul, Korea Selatan (Korsel). Kunjungan ini merupakan agenda terakhir dalam kunjungan 11 hari ke wilayah Indo-Pasifik.

"Kami tidak bisa membiarkan negara-negara seperti China menggunakan posisi mereka di pasar bahan baku, teknologi atau produk untuk mengganggu ekonomi kami dan memberikan pengaruh geopolitik yang tak diinginkan," kata Yellen dalam rancangan pidato yang dirilis Kementerian Keuangan AS, Senin (18/7/2022).

Yellen mengatakan AS dan sekutu-sekutunya seperti Korea Selatan (Korsel) harus fokus "menopang-teman" atau mendiversifikasi rantai pasokan mereka untuk lebih mengandalkan mitra-mitra dagang terpercaya, memperkuat ketahanan ekonomi dan menurunkan resiko.  

Dalam pernyataan itu Yellen akan mengatakan langkah-langkah itu akan mempertahankan dinamika dan pertumbuhan produktivitas yang datang dari integrasi ekonomi. Sementara membantu melindungi masyarakat AS dan Korsel dari kenaikan harga yang ditimbulkan geopolitik.

Sejak awal pandemi Covid-19 negara-negara Barat berusaha mengakhiri ketergantungan berlebihan pada China sebagai pemasok utama. Krisis kesehatan global menguak kerentanan rantai pasokan global dan membuka kesenjangan kapasitas domestik pada sektor-sektor penting.

Yellen akan mengatakan pandemi dan perang Rusia di Ukraina menegaskan perlunya mengatasi kerentanan pada rantai pasokan dan kemacetan dan kelangkaan yang dipicu kenaikan harga di seluruh dunia. Rusia menyebut invasinya itu sebagai "operasi militer khusus."  

AS dan sekutu-sekutunya menawarkan langkah menopang-teman yang memberikan fitur terbaik ketertiban global berdasarkan peraturan sambil mengatasi praktek dagang China yang tidak adil dan memastikan akses pada produk dan input vital. Mulai dari obat-obatan, semikonduktor sampai beterai mobil listrik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement