Selasa 26 Jul 2022 02:09 WIB

Sejak 2018, India Jadi Donatur untuk Pengungsi Palestina

India menyumbang dana 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 36 miliar kepada UNRWA

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Gita Amanda
India menyumbang dana sebesar 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 36 miliar kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA). (ilustrasi)
Foto: AP/Majdi Mohammed
India menyumbang dana sebesar 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 36 miliar kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India menyumbang dana sebesar 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 36 miliar kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA). Penyerahan dana bantuan ini dilakukan oleh Direktur Divisi Asia Barat dan Afrika Utara Kementerian Luar Negeri India, Sunil Kumar, pada Senin (25/7/2022).

Kumar menyerahkan cek sebesar 2,5 juta dolar AS kepada Direktur Kemitraan UNRWA  Karim Amer dari Departemen Hubungan Eksternal, dalam upacara penandatanganan di markas UNRWA di Yerusalem Timur. Karim mengucapkan terima kasih dan menghargai India atas upaya berkelanjutannya terhadap para pengungsi Palestina.

Baca Juga

"Kontribusi yang tepat waktu ini adalah demonstrasi kuat dari dukungan tak tergoyahkan India terhadap pekerjaan UNRWA dan komitmen terhadap kesejahteraan para pengungsi Palestina," kata Karim, seperti dilansir Khaleej Times, Senin (25/7/2022).

Dia juga menyampaikan penghargaan yang mendalamnya kepada pemerintah India atas pendanaannya yang berkelanjutan untuk UNRWA dan dukungannya terhadap pengungsi Palestina di Timur Tengah.

Dalam upacara penyerahan dana tersebut, Wakil Sekretaris untuk Asia Barat dan Afrika Utara, Kemenlu India Harish Kumar juga hadir. India ternyata merupakan negara donatur khusus untuk UNRWA, yang sudah memberikan 20 juta dolar AS untuk mendukung layanan inti UNRWA kepada pengungsi Palestina di Timur Tengah sejak 2018.

UNRWA sendiri adalah badan yang didirikan sebagai lembaga kemanusiaan pada 1949 dan didanai sepenuhnya melalui kontribusi sukarela dan hibah dari negara-negara pendonor.

Badan tersebut diberi mandat untuk memberikan bantuan dan perlindungan bagi sekitar 5,6 juta pengungsi Palestina yang terdaftar di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan kamp-kamp pengungsi di Lebanon, Suriah, dan Yordania. Layanan UNRWA untuk pengungsi Palestina melibatkan pendidikan, perawatan kesehatan, bantuan, infrastruktur, perbaikan kamp, perlindungan dan keuangan mikro.

Pada Januari lalu, UNRWA mengumumkan bahwa mereka membutuhkan 1,6 miliar dolar AS dari komunitas internasional selama 2022. Ini dibutuhkan untuk dapat menutupi pengeluaran, dan menyediakan layanan dan program pengembangan kemanusiaan bagi para pengungsi Palestina.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement