Sabtu 13 Aug 2022 13:43 WIB

Boris Johnson Terkejut dengan Penikaman yang Menimpa Salman Rushdie

Matar lahir satu dekade setelah buku kontroversi Rushdie “The Satanic Verses” terbit.

Rep: Lintar Satria/ Red: Endro Yuwanto
 Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Johnson mengatakan terkejut dengan penikaman yang dialami novelis Salman Rushdie. Penulis India-Inggris itu ditikam di sebuah acara di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (12/8/2022).
Foto: AP/Alberto Pezzali
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Johnson mengatakan terkejut dengan penikaman yang dialami novelis Salman Rushdie. Penulis India-Inggris itu ditikam di sebuah acara di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (12/8/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengatakan terkejut dengan penikaman yang dialami novelis Salman Rushdie. Penulis India-Inggris itu ditikam di sebuah acara di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (12/8/2022). Rushdie yang berusia 75 tahun dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. 

"Terkejut Sir Salman Rushdie ditikam saat sedang melaksanakan hak-haknya, kami tidak boleh berhenti membelanya. Saat ini pikiran saya bersama orang-orang tercintanya. Kami semua berharap ia baik-baik saja," kata Johnson di Twitter, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga

Agen Rushdie, Andrew Wylie, mengatakan sang penulis menggunakan ventilator sejak Jumat (12/8/2022) malam. Dikatakan hatinya rusak, saraf terputus di lengan, dan mata yang kemungkinan besar akan hilang.

Polisi mengidentifikasi penyerang adalah Hadi Matar dari Fairview, New Jersey. Pria berusia 24 tahun itu ditangkap di tempat kejadian dan sedang menunggu dakwaan. Matar lahir satu dekade setelah buku kontroversi karya Rushdie “The Satanic Verses” diterbitkan.  

"Motif serangan itu tidak jelas," kata polisi negara bagian Mayor Eugene Staniszewski.

Koresponden Associated Press menyaksikan penyerang menghampiri Rushdie di atas panggung saat ia hendak memberikan kuliah umum di Chautauqua Institution. Menurutnya, penyerang meninju atau menikamnya 10 hingga 15 kali. Penulis didorong sampai jatuh ke lantai, dan pria itu ditangkap.

Dr Martin Haskell, seorang dokter yang termasuk di antara mereka yang bergegas untuk membantu. Ia mengatakan luka Rushdie serius tetapi dapat dipulihkan. Moderator acara Henry Reese, 73 tahun, salah satu pendiri organisasi yang menawarkan residensi kepada penulis yang menghadapi penganiayaan, juga diserang. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement