Sabtu 03 Sep 2022 15:30 WIB

Zelenskyy Klaim Ukraina Bisa Jadi Pusat Energi Hijau Bagi Eropa

Hal itu dapat mengurangi ketergantungan Eropa pada gas Rusia.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Kapal LNG (liquefied natural gas), Attalos, tiba di terminal Isle of Grain, timur London, Rabu 24 Agustus 2022, setelah melakukan perjalanan dari Australia membawa kargo yang berasal dari proyek North West Shelf.
Foto: Gareth Fuller/PA via AP
Kapal LNG (liquefied natural gas), Attalos, tiba di terminal Isle of Grain, timur London, Rabu 24 Agustus 2022, setelah melakukan perjalanan dari Australia membawa kargo yang berasal dari proyek North West Shelf.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Volodymyr Zelenskyy mengklaim Ukraina dapat menjadi pusat energi hijau untuk Eropa. Sehingga dapat membantu Eropa mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia.

"Kami dapat membantu menstabilkan konsumsi energi di negara-negara tetangga dan Eropa, dan ini dapat mengurangi tekanan Rusia di Eropa.  Apalagi, Ukraina dapat menjadi pusat energi hijau bagi Eropa. Kami memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan dan hidrogen hijau," kata Zelenskyy, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (3/9/2022).

Baca Juga

Zelenskyy mengatakan, Ukraina siap untuk meningkatkan ekspor listrik ke negara-negara Uni Eropa. Dia menekankan pentingnya pembangkit nuklir Zaporizhzhia untuk beroperasi dengan aman dan tetap terhubung ke jaringan listrik Ukraina.

Pasukan Rusia dan Ukraina saling tuding melakukan serangan ke pembangkit Zaporizhzhia, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan bencana nuklir.

Badan Energi Atom Internasional sedang melakukan misi ke pembangkit nuklir Zaporizhzhia untuk membuat penilaian yang tidak memihak terhadap situasi di lapangan. Tetapi untuk saat ini Badan Energi Atom Internasional belum diizinkan memasuki pembangkit karena masalah keamanan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement