Jumat 16 Sep 2022 19:43 WIB

Parlemen Inggris Tolak Delegasi Pemerintah China Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II

Penolakan ini terkait dengan sanksi yang dijatuhkan China terhadap anggota parlemen.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Peti mati Ratu Elizabeth II dibawa dari Istana Buckingham ke Westminster Hall, London, Rabu 14 September 2022.
Foto: Nathan Denette/The Canadian Press via AP
Peti mati Ratu Elizabeth II dibawa dari Istana Buckingham ke Westminster Hall, London, Rabu 14 September 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Delegasi pemerintah China dilarang menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II. Ketua House of Commons Sir Lindsay Hoyle menolak kehadiran delegasi China, karena mereka menjatuhkan sanksi terhadap anggota parlemen Inggris.

Tahun lalu, China memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset kepada sembilan warga Inggris termasuk tujuh anggota parlemen. Sanksi ini sebagai tanggapan atas pernyataan mereka yang menuduh Beijing menganiaya Muslim Uighur di Xinjiang. Langkah ini menyebabkan duta besar China untuk Inggris dan seluruh delegasi pemerintah China dilarang menghadiri pemakaman Ratu.

Baca Juga

Menurut buku peraturan parlemen Erskine May, pada 1965 Ratu Elizabeth II menyetujui bahwa kendali Westminster Hall akan dibagi antara Lord Great Chamberlain yang ditunjuk oleh raja, dan ketua parlemen dari House of Commons atau majelis rendah dan House of Lords atau majelis tinggi.

Tidak ada penyebutan khusus mengenai kontrol akses terhadap negara tertentu. Tetapi undangan untuk pejabat asing di Westminster Hall, biasanya dikeluarkan berdasarkan kesepakatan antara Lord Great Chamberlain, majelis rendah, dan majelis tinggi.

Pada Kamis (15/9) tujuh anggota parlemen dan pejabat lainnya, mendesak menteri luar negeri Inggris untuk menarik undangan kepada Presiden China Xi Jinping untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II. Mereka mengatakan, tidak pantas bagi pemerintah China untuk hadir di pemakaman ratu, karena catatan hak asasi manusianya.

"Anda tidak dapat memiliki Zaman Keemasan, hubungan normal, dengan sebuah negara yang sekarang telah terungkap melakukan berbagai kekejaman yang dimilikinya, tidak terkecuali genosida terhadap Uighur, penindasan yang terjadi di Tibet untuk  60 hingga 70 tahun terakhir, dan sekarang apa yang kita lihat juga terjadi di Hong Kong," ujar seorang anggota parlemen, Tim Laughton, dilansir BBC News, Jumat (16/9).

Beberapa negara Barat telah menjatuhkan sanksi kepada pejabat China menyusul tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kelompok minoritas Uighur. China telah menahan warga Uighur di kamp-kamp penahanan di wilayah Xinjiang. China diduga melakukan penyiksaan, kerja paksa, dan pelecehan seksual terhadap warga Uighur.

China membantah tuduhan tersebut. China mengeklaim kamp-kamp itu adalah fasilitas pendidikan yang digunakan untuk memerangi terorisme.

Presiden Xi Jinping ada dalam daftar tamu untuk upacara pemakaman kenegaraan. Tetapi dia diperkirakan tidak akan hadir. Para pejabat Inggris memperkirakan kehadiran Xi akan diwakilkan oleh Wakil Presiden Wang Qishan. Seorang juru bicara Downing Street mengatakan, negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Inggris harus diundang ke pemakaman kenegaraan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement