Senin 03 Oct 2022 08:40 WIB

Raja Charles III tak akan Hadiri Konferensi Iklim COP27

Konferensi tersebut bakal diselenggarakan di Mesir pada akhir tahun ini.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Istana Buckingham mengkonfirmasi bahwa Raja Charles tidak akan menghadiri konferensi perubahan iklim COP27.
Foto: AP/Alberto Pezzali
Istana Buckingham mengkonfirmasi bahwa Raja Charles tidak akan menghadiri konferensi perubahan iklim COP27.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Istana Buckingham mengkonfirmasi bahwa Raja Charles tidak akan menghadiri konferensi perubahan iklim COP27. Konferensi tersebut bakal diselenggarakan di Mesir pada akhir tahun ini.

Konfirmasi kerajaan merujuk pada artikel The Sunday Times yang mengeklaim Perdana Menteri Inggris Liz Truss telah memerintahkan Raja untuk tidak hadir di pertemuan tersebut.

Baca Juga

Istana mengatakan Raja telah memberikan saran dan diberikan oleh Truss. "Dengan persahabatan dan saling menghormati, ada kesepakatan bahwa Raja tidak akan hadir," kata Istana seperti dikutip laman BBC, Ahad (2/10/2022).

Sebelum naik takhta, Raja yang saat itu Pangeran Wales, telah mengindikasikan akan menghadiri konferensi tahunan tentang iklim tersebut. Koresponden kerajaan Jonny Dymond mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada Istana bahwa Raja pasti kecewa secara pribadi mengingat dekade panjang kampanye lingkungan yang penuh semangat.

Namun Istana menjawab bahwa gagasan bahwa Raja tidak nyaman bukanlah masalahnya, dan bahwa dia selalu memperhatikan peran penguasa untuk bertindak atas saran pemerintah. November lalu Charles melakukan perjalanan ke Mesir dengan restu pemerintah saat itu untuk mendesak pemerintah Mesir dalam upayanya.

Ia bertemu dengan Presiden Abdel Fattah Al-Sisi selama kunjungan yang direncanakan. Charles juga telah menunjukkan komitmennya yang mendalam terhadap masalah lingkungan. Sebagai Prince of Wales, ia memiliki sejarah panjang dalam kampanye untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Baru tahun lalu dia berpidato pada upacara pembukaan COP26 di Glasgow, ketika KTT itu diselenggarakan oleh Inggris. Almarhum Ratu juga memberikan sambutan dalam acara tersebut, melalui tautan video.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement