Senin 03 Oct 2022 11:23 WIB

9 Anggota NATO Tegaskan Tolak Akui Aneksasi Wilayah Ukraina oleh Rusia

Rusia mengklaim, sekitar 98 persen pemilih dalam referendum setuju untuk bergabung.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
 Pekerja menggantung bendera Rusia di sebuah gedung apartemen di Luhansk, Republik Rakyat Luhansk yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia, Ukraina timur, Selasa, 27 September 2022. Pemungutan suara dimulai Jumat di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow mengenai referendum untuk menjadi bagian dari Rusia .
Foto: AP
Pekerja menggantung bendera Rusia di sebuah gedung apartemen di Luhansk, Republik Rakyat Luhansk yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia, Ukraina timur, Selasa, 27 September 2022. Pemungutan suara dimulai Jumat di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow mengenai referendum untuk menjadi bagian dari Rusia .

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Sembilan presiden dari negara anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengkritik langkah Rusia menganeksasi empat wilayah Ukraina. Mereka menegaskan tidak akan pernah mengakui pencaplokan tersebut.

Sembilan negara anggota NATO yang merilis pernyataan bersama terkait hal tersebut adalah Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Montenegro, Makedonia Utara, Polandia, Rumania, dan Slovakia. “Kami menegaskan kembali dukungan kami untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina. Kami tidak mengakui dan tidak akan pernah mengakui upaya Rusia untuk mencaplok wilayah Ukraina mana pun,” kata mereka dalam pernyataannya yang dirilis di situs resmi kantor kepresidenan Rusia, Ahad (2/10/2022).

Baca Juga

Presiden dari kesembilan negara tersebut menyatakan, mereka tidak bisa tinggal diam dalam menghadapi pelanggaran mencolok Rusia terhadap hukum internasional. “Kami mendukung Ukraina dalam pertahanannya melawan invasi Rusia, menuntut Rusia untuk segera menarik diri dari semua wilayah pendudukan dan mendorong semua sekutu (NATO) untuk secara substansial meningkatkan bantuan militer mereka ke Ukraina. Semua orang yang melakukan kejahatan agresi harus dimintai pertanggungjawaban dan dibawa ke pengadilan,” kata mereka.

Dalam pernyataannya, mereka pun mendukung keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Kiev diketahui telah secara resmi mengajukan permintaan resmi untuk menjadi anggota NATO pada Jumat (30/9/2022) pekan lalu. Anggota NATO biasanya ragu-ragu menerima keanggotaan baru dari negara yang tengah berkonflik. Sebab jika negara terkait resmi bergabung, NATO berkewajiban membelanya.

Pasal 5 NATO mengatakan, serangan terhadap satu anggota sama saja menyerang semua anggota. Sebanyak empat wilayah Ukraina telah menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan Rusia pada 30 September lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin berterima kasih kepada rakyat Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia yang telah memilih keputusan tersebut dalam referendum yang digelar pada 23-27 September lalu.

"Dalam beberapa hari terakhir, orang-orang di Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia menganjurkan pemulihan persatuan bersejarah kita. Saya berterima kasih," kata Putin dalam upacara pengesahan bergabungnya empat wilayah tersebut ke Rusia di Grand Kremlin Palace's St. George's Hall, dilaporkan laman kantor berita Rusia, TASS.

Pada 23 hingga 27 September lalu, Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia. Moskow mengklaim, sekitar 98 persen pemilih dalam referendum setuju untuk bergabung.

Ukraina dan sekutu Barat-nya menolak hasil referendum tersebut. Mereka menilai referendum itu telah diatur sedemikian rupa hasilnya oleh Moskow. Kendati ditolak dan ditentang, Rusia tetap melanjutkan rencananya untuk “merebut” keempat wilayah itu. Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia mewakili 15 persen dari luas wilayah Ukraina. Jika digabung, luasnya setara dengan luas Portugal. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement