Senin 17 Oct 2022 06:07 WIB

Biden akan Bertindak Metodis pada Evaluasi Hubungan dengan Arab Saudi

Biden tidak berencana bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi dalam pertemuan G20.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Presiden Joe Biden.
Foto: AP/David Zalubowski
Presiden Joe Biden.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Presiden Joe Biden akan bertindak dengan "metodis" dalam mengevaluasi ulang hubungan dengan Arab Saudi. Tapi opsinya termasuk perubahan bantuan keamanan pada produsen minyak dunia itu.

Dalam wawancara dengan CNN, Sullivan mengatakan Biden tidak berencana bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dalam pertemuan pemimpin G20 di Bali pada November. Sampai saat ini belum ada perubahan "dalam waktu dekat."

Baca Juga

"Dan maka Presiden tidak akan bertindak tergesa-gesa, ia akan bertindak metodis, strategis dan ia menggunakan waktunya untuk berkonsultasi dengan kedua partai, dan juga memiliki kesempatan kembali ke Kongres, sehingga ia dapat bertemu dengan mereka secara langsung dan mengerjakan opsinya dengan menyeluruh," kata Sullivan, Ahad (16/10/2022).

Pada Rabu (12/10/2022) lalu Gedung Putih mengatakan akan mengevaluasi ulang hubungan dengan Arab Saudi setelah OPEC+ memutuskan akan memangkas produksi minyak. Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, tidak membeberkan lebih lanjut terkait apa saja yang akan dievaluasi ulang.

"Amerika Serikat akan mengawasi situasi dengan cermat selama beberapa minggu dan bulan mendatang," katanya.

Pengumuman pemerintahan Biden terkait evaluasi itu muncul sehari setelah Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Bob Menendez, mengatakan, Amerika Serikat harus segera membekukan semua aspek kerja sama dengan Arab Saudi, termasuk penjualan senjata. Pekan lalu,  OPEC+ mengumumkan rencana pengurangan produksi minyak. Langkah ini diambil setelah negosiasi dengan pejabat AS berlangsung selama berminggu-minggu.

Amerika Serikat menuduh Arab Saudi tunduk kepada Rusia, yang menolak pembatasan harga minyak oleh Barat akibat invasi Moskow ke Ukraina. Para pejabat AS diam-diam berusaha membujuk Arab Saudi untuk menolak gagasan pengurangan produksi. Tetapi penguasa de-facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tidak terpengaruh dengan bujukan Washington.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan, Biden akan bekerja dengan Kongres untuk memikirkan bagaimana hubungan AS dengan Saudi ke depannya.  "Dan saya pikir dia akan bersedia untuk memulai percakapan itu segera. Saya tidak berpikir ini adalah sesuatu yang harus menunggu atau harus menunggu lebih lama lagi," ujarnya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement