Senin 17 Oct 2022 19:35 WIB

Iran Bantah Beri Rusia Drone untuk Serang Ukraina

Iran mengatakan tidak memberi bantuan drone kepada Rusia untuk digunakan di Ukraina.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Iran mengatakan pada Senin (17/10/2022), pihaknya tidak memberi bantuan drone kepada Rusia untuk digunakan di Ukraina. Sedangkan Uni Eropa (UE) mengancam akan memberikan sanksi kepada Iran jika terlibat dalam perang tersebut.
Foto: EPA-EFE/Iranian Army office
Iran mengatakan pada Senin (17/10/2022), pihaknya tidak memberi bantuan drone kepada Rusia untuk digunakan di Ukraina. Sedangkan Uni Eropa (UE) mengancam akan memberikan sanksi kepada Iran jika terlibat dalam perang tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengatakan, pada Senin (17/10/2022), pihaknya tidak memberi bantuan drone kepada Rusia untuk digunakan di Ukraina. Sedangkan Uni Eropa (UE) mengancam akan memberikan sanksi kepada Iran jika terlibat dalam perang tersebut.

“Berita yang diterbitkan tentang Iran yang menyediakan drone kepada Rusia memiliki ambisi politik dan itu diedarkan oleh sumber-sumber Barat. Kami belum memberikan persenjataan ke pihak mana pun dari negara-negara yang berperang,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani.

Beberapa menteri luar negeri UE menyerukan sanksi baru terhadap Iran jika keterlibatan Iran dalam perang Rusia di Ukraina terbukti. "Kami akan mencari bukti nyata tentang partisipasi (Iran dalam perang Ukraina)," kata Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell saat tiba untuk pertemuan para menteri luar negeri UE di Luksemburg.

Menurut dua diplomat yang terlibat dalam mempersiapkan pembicaraan di antara para menteri, UE dapat memutuskan untuk menerapkan sanksi baru terhadap Iran atas masalah ini. Meskipun tidak ada keputusan rinci yang diharapkan pada Senin.

Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod mengatakan, UE harus bereaksi keras terhadap serangan udara baru di Kiev. Pesawat tak berawak menyerang gedung-gedung di dekat stasiun kereta api pusat selama jam-jam sibuk pada Senin pagi. Ukraina telah melaporkan serentetan serangan Rusia dengan drone Shahed-136 buatan Iran dalam beberapa pekan terakhir. Iran membantah memasok drone ke Rusia, sementara Istana Kremlin belum berkomentar.

"Apa yang bisa kita lihat sekarang: drone Iran tampaknya digunakan untuk menyerang di tengah Kiev, ini adalah kekejaman," kata Kofod.

Kofod mengatakan, UE harus mengambil langkah nyata dalam menanggapi serangan yang menggunakan senjata dari Teheran.  Blok tersebut pada Senin, telah menetapkan memberlakukan larangan perjalanan dan membekukan aset sekitar 15 warga Iran yang terlibat dalam tindakan keras pemerintah yang dimulai bulan lalu terhadap demonstran yang marah dengan kematian Mahsa Amini.

Prancis dan Jerman telah memperjelas bahwa sanksi baru sehubungan dengan drone yang digunakan oleh Rusia diperlukan mengingat transfer tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn menyatakan, sanksi tambahan UE terhadap Iran tidak akan terbatas pada daftar hitam beberapa individu jika keterlibatan dalam perang Rusia di Ukraina terbukti. "Maka bukan lagi tentang beberapa individu yang akan dikenai sanksi," katanya kepada wartawan saat tiba di pertemuan UE.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement