Sabtu 22 Oct 2022 01:45 WIB

Produsen Vaksin Asal India Hancurkan 100 Juta Vaksin Covid Kedaluwarsa

India telah memberikan lebih dari dua miliar dosis vaksin Covid-19

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Christiyaningsih
Karyawan mengemas kotak berisi botol Covishield, versi vaksin AstraZeneca, di Serum Institute of India di Pune pada Senin, 22 November 2021.
Foto: AP Photo/Rafiq Maqbool, File
Karyawan mengemas kotak berisi botol Covishield, versi vaksin AstraZeneca, di Serum Institute of India di Pune pada Senin, 22 November 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen vaksin asal India, Serum Institute of India (SII), mengatakan harus membuang 100 juta dosis vaksin Covid-19 karena kedaluwarsa. Perusahaan berhenti memproduksi Covishield pada Desember tahun lalu, karena permintaan yang rendah.

SII merupakan produsen vaksin terbesar di dunia, yang telah membuat vaksin Vaxzevria versi lokal dari AstraZeneca. Covishield menyumbang lebih dari 90 persen dosis yang diberikan di India.

Baca Juga

India telah memberikan lebih dari dua miliar dosis vaksin Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan India, lebih dari 70 persen populasi India telah divaksin setidaknya dua dosis.

“Vaksin booster tidak ada permintaan lagi karena tampaknya orang mulai muak dengan Covid. Jujur, saya juga muak. Kita semua muak,” ujar CEO SII Adar Poonawalla dilansir BBC, Kamis (20/10/2022).

Pada Januari 2022, India mulai memberikan booster kepada pekerja kesehatan dan garda terdepan, serta mereka yang berusia di atas 60 tahun dengan komorbid. Kemudian booster diperluas ke semua orang dewasa.

Pada Juli, dosis booster gratis diberikan kepada semua orang dewasa selama 75 hari untuk menandai 75 tahun kemerdekaan India. Namun sejauh ini, India hanya memberikan 298 juta dosis booster.

Menurut Poonawala, SII memiliki stok sekitar 100 juta dosis Covishield. Vaksin yang memiliki umur simpan sembilan bulan itu sudah kedaluwarsa pada September 2022.

“Ke depan, ketika orang melakukan vaksin flu setiap tahun, mereka mungkin juga melakukan vaksin Covid. Namun di India, tidak ada budaya vaksin flu setiap tahun seperti di Barat,” ujar Poonawala di sela-sela pertemuan umum tahunan Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) di Pune, India.

Poonawala mengatakan SII telah menyelesaikan uji coba vaksin Covid-19 Covovax sebagai dosis booster. SII masih menunggu persetujuan vaksin itu dalam dua pekan ke depan. Ia juga bermitra dengan perusahaan biotek AS Novavax untuk booster khusus Omicron.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement