Sabtu 22 Oct 2022 02:20 WIB

Ahli: Jepang Kemungkinan Besar Hadapi Gelombang ke-8 Covid-19

Jepang kemungkinan besar menghadapi gelombang kedelapan infeksi Covid-19

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
 Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan di depan papan di Bandara Internasional Haneda di Tokyo, Jepang. Jepang kemungkinan besar menghadapi gelombang kedelapan infeksi Covid-19. Ilustrasi.
Foto: EPA-EFE/FRANCK ROBICHON
Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan di depan papan di Bandara Internasional Haneda di Tokyo, Jepang. Jepang kemungkinan besar menghadapi gelombang kedelapan infeksi Covid-19. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang kemungkinan besar menghadapi gelombang kedelapan infeksi Covid-19, mengingat tren kenaikan jumlah kasus baru di seluruh negeri dan perkembangan kasus di luar negeri. Demikian menurut perkiraan para ahli.

Karena perbandingan orang yang tertular Covid-19 per penduduk di Jepang lebih rendah daripada di banyak wilayah lainnya di dunia, tingkat perolehan imunitas setelah infeksi alami di negara tersebut juga rendah. Hal ini diungkapkan panel penasihat di Kementerian Kesehatan pada pertemuan Kamis (20/10/2022).

Baca Juga

Pada pertemuan itu, para pakar termasuk ketua panel sekaligus Ketua Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) Takaji Wakita menyajikan materi yang menganalisis prediksi tren kasus.

"Faktanya bahwa kekebalan yang diperoleh melalui vaksinasi yang menurun seiring berjalannya waktu kemungkinan menimbulkan risiko gelombang ke delapan infeksi," kata Wakita, menyerukan dukungan vaksinasi Covid-19 lebih lanjut.

Jumlah kasus baru terkonfirmasi dalam sepekan sampai Rabu naik di hampir semua wilayah di Jepang, dengan jumlah keseluruhan meningkat 1,35 kali lipat dari pekan sebelumnya sekaligus menandai peningkatan pertama dalam delapan pekan.

sumber : Jiji/OANA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement