Senin 24 Oct 2022 06:09 WIB

Hamas Klaim Gagalkan Operasi Intelijen Israel di Gaza

Tidak disebutkan rincian operasi apa saja yang digagalkan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Warga Palestina bertopeng membawa bendera Palestina dan Hamas saat perayaan Idul Fitri di sebelah Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, 2 Mei 2022. Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas mengklaim telah menggagalkan beberapa operasi intelijen Israel di Jalur Gaza.
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Warga Palestina bertopeng membawa bendera Palestina dan Hamas saat perayaan Idul Fitri di sebelah Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, 2 Mei 2022. Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas mengklaim telah menggagalkan beberapa operasi intelijen Israel di Jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas mengklaim telah menggagalkan beberapa operasi intelijen Israel di Jalur Gaza. Namun juru bicara Kementeriannya Dalam Negeri, Iyad al-Bozom, tidak memberikan rincian operasi apa saja yang digagalkan.

"Ini bukan pertama kalinya Mossad gagal melakukan operasi terhadap warga Palestina," kata al-Bozom, dilansir Middle East Monitor, Senin (24/10/2022).

Baca Juga

Otoritas Israel belum memberikan komentar atas klaim Hamas tersebut. Pada 2018, Fadi al-Batsh, seorang insinyur penelitian yang diduga terkait dengan Hamas, ditembak mati di dekat rumahnya di ibu kota Malaysia oleh dua pria bersenjata yang melarikan diri dari tempat kejadian. 

Sementara keluarga al-Batsh menuduh agen mata-mata Israel Mossad melakukan pembunuhan itu.Menteri Pertahanan Israel saat itu Avigdor Lieberman membantah keterlibatan Israel dalam penyerangan.

Israel secara luas diyakini telah membunuh banyak aktivis Palestina di masa lalu, yang sebagian besar tinggal di luar negeri. Pada 1997 agen Mossad mencoba dan gagal membunuh pemimpin politik Hamas saat itu, Khaled Meshaal di Yordania. Saat itu agen Mossad menyemprotkan racun ke telinga Meshaal dan gagal.

Mossad juga diyakini berada di balik pembunuhan  komandan Hamas Mahmud al-Mabhuh di sebuah hotel di Dubai pada 2010. Israel tidak pernah mengkonfirmasi atau menyangkal keterlibatannya dalam pembunuhan Mabhuh. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement