Rabu 26 Oct 2022 09:11 WIB

Analis Prediksi Infeksi Harian Covid-19 Naik Secara Global pada Musim Dingin

Peningkatan kasus diperkirakan tidak akan menyebabkan lonjakan kematian.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Pembeli berjalan di Oxford Street di London, Inggris, 24 Desember 2021. Analisis Washington University menyatakan, infeksi Covid-19 global harian diproyeksikan meningkat perlahan menjadi sekitar 18,7 juta pada Februari dari rata-rata 16,7 juta kasus harian saat ini.
Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN
Pembeli berjalan di Oxford Street di London, Inggris, 24 Desember 2021. Analisis Washington University menyatakan, infeksi Covid-19 global harian diproyeksikan meningkat perlahan menjadi sekitar 18,7 juta pada Februari dari rata-rata 16,7 juta kasus harian saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Analisis Washington University menyatakan, infeksi Covid-19 global harian diproyeksikan meningkat perlahan menjadi sekitar 18,7 juta pada Februari dari rata-rata 16,7 juta kasus harian saat ini. Kenaikan ini didorong oleh bulan-bulan musim dingin di belahan bumi utara.

Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Washington University mengatakan, penyebaran infeksi Covid-19 diperkirakan lebih sedikit daripada perkiraan rata-rata harian puncak musim dingin lalu sekitar 80 juta kasus pada Januari 2022. Ketika itu, penyebaran yang cepat didorong oleh varian Omicron.

Baca Juga

"Peningkatan kasus diperkirakan tidak akan menyebabkan lonjakan kematian," kata laporan IHME.

Kematian harian global akibat Covid-19 diperkirakan mencapai rata-rata 2.748 orang pada 1 Februari, dibandingkan dengan sekitar 1.660 saat ini. Pada Januari, kematian diprediksi mencapai lebih dari 11 juta per hari secara global.

IHME memperkirakan, infeksi harian di Amerika Serikat akan meningkat sepertiga menjadi lebih dari satu juta kasus. Peningkatan kasus didorong oleh siswa yang kembali ke sekolah dan pertemuan dalam ruangan terkait cuaca dingin. Sementara lonjakan di Jerman telah mencapai puncaknya. IHME memperkirakan kasus Covid-19 di Jerman akan turun lebih dari sepertiga menjadi sekitar 190.000 pada Februari.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini di Jerman mungkin disebabkan oleh subvarian Omicron BQ.1 atau BQ.1.1. Varian ini kemungkinan akan menyebar ke bagian lain Eropa dalam beberapa minggu mendatang.

"Peningkatan pesat dalam penerimaan pasien di rumah sakit Jerman yang mencapai tingkat tertinggi sejak wabah Covid-19 pada 2020 tetap menjadi perhatian," ujar IHME.

Analisis IHME juga menemukan bahwa subvarian baru Omicron, XBB, mendorong lonjakan rawat inap di Singapura. Subvarian ini lebih mudah menular tetapi tidak terlalu parah. Dampak global XBB diperkirakan akan diredam oleh fakta bajwa, orang yang sebelumnya terinfeksi dengan subvarian BA.5 kemungkinan memiliki kekebalan terhadap XBB.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement