Kamis 27 Oct 2022 06:25 WIB

China Luncurkan Vaksin Covid-19 Hirup

Kota Shanghai, China mulai memberikan vaksin Covid-19 yang dapat dihirup.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Kota Shanghai, China mulai memberikan vaksin Covid-19 yang dapat dihirup. Tampaknya vaksin ini merupakan yang pertama di dunia.
Foto: EPA
Kota Shanghai, China mulai memberikan vaksin Covid-19 yang dapat dihirup. Tampaknya vaksin ini merupakan yang pertama di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kota Shanghai, China mulai memberikan vaksin Covid-19 yang dapat dihirup. Tampaknya vaksin ini merupakan yang pertama di dunia.

Berdasarkan pengumuman pemerintah kota di media sosial, Rabu (26/10/2022) disebutkan vaksin yang dihisap lewat mulut ini ditawarkan secara gratis sebagai dosis booster bagi orang yang sudah pernah divaksin. Vaksin non-suntik diharapkan dapat menarik warga yang tidak suka dengan jarum suntik dan dapat memperluas vaksinasi di negara-negara miskin karena lebih mudah diberikan.

 

China tidak memberlakukan wajib vaksin tapi ingin memperbanyak jumlah warga yang menerima vaksin booster agar dapat melonggarkan peraturan pendemi mereka yang ketat. Peraturan tersebut menahan pertumbuhan ekonomi dan mengganggu sinkronisasi dengan seluruh dunia.

Video yang diunggah media pemerintah China menunjukkan proses pemberian vaksin di  di pusat kesehatan masyarakat. Dalam video tersebut terlihat warga memasukan pipa pendek dari cangkir putih ke dalam mulut mereka.

Video itu disertai teks yang menyatakan setelah melakukan napas pendek, warga yang melakukan vaksinasi menahan napas selama lima detik. Seluruh prosedur vaksinasi hanya memakan waktu 20 detik.

"Seperti minum secangkir teh susus, ketika saya menghirupnya, rasanya sedikit manis," kata salah satu warga di video tersebut.

Seorang ahli mengatakan vaksin yang dihirup dari mulut juga dapat mengusir virus sebelum mencapai sistem pernapasan. Tapi itu tergantung dari banyak tetesan virus yang masuk.

Pakar imunologi India, Dr Vineeta Bal mengatakan tetesan yang banyak memicu pertahanan di bagian mulut dan tenggorokan. Sementara tetesan yang lebih sedikit akan berjalan jauh menuju tubuh.

Bulan September lalu regulator China menyetujui vaksin hirup ini untuk digunakan sebagai vaksin booster. Vaksin dikembangkan perusahaan biofarmasi China,  Cansino Biologics Inc sebagai versi aerosol vaksin suntik satu kali mereka yang menggunakan virus flu tak berbahaya.

Cansino mengatakan vaksin hirup mereka telah menyelesaikan tes klinis di China, Hungaria, Pakistan, Malaysia, Argentina dan Meksiko.

Regulator India telah menyetujui vaksin hidung, salah satu vaksin tanpa jarum suntik lainnya. Tapi proses vaksinasi menggunakan vaksin itu belum dilakukan. Vaksin yang dikembangkan di Amerika Serikat (AS) dan lisensinya dimiliki perusahaan vaksin India, Bharat Biotech itu disemprotkan di hidung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lusinan vaksin hidung sudah diuji coba di berbagai belahan dunia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement