Jumat 28 Oct 2022 14:59 WIB

Masyarakat Eropa Beralih Gunakan Kayu Bakar di Musim Dingin

Krisis energi paksa orang beralih ke sumber pemanas yang murah, seperti kayu bakar

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Krisis energi memaksa beberapa orang beralih ke sumber pemanas yang lebih murah, seperti kayu bakar di tengah cuaca yang semakin dingin.
Foto:

Institut Pelet Kayu Jerman juga memperingatkan pembeli untuk berhati-hati terhadap penjual palsu yang menuntut pembayaran di muka, kemudian menghilang. Badan statistik Jerman mengatakan harga kayu bakar dan pelet kayu, yang terbuat dari serbuk gergaji yang dapat digunakan dalam pemanas rumah sentral, naik lebih dari 85 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya.

Harga pelet kayu per ton turun 2,6 persen pada Oktober. Tetapi harganya tetap lebih tinggi hampir 200 persen dari tahun lalu. Pemanasan dengan pelet kayu lebih murah daripada gas alam. Harga gas mencapai 20,9 sen per kilowatt jam, sedangkan harga pelet kayu mencapai 14,88 sen. Sementara di Inggris, harga kayu bakar juga naik.

“Kami telah melihat peningkatan permintaan yang besar karena biaya energi meningkat," ujar Direktur Pelaksana Certainly Wood, Nic Snell, yang menyebut dirinya sebagai pemasok kayu bakar terbesar di Inggris yang menjual sekitar 20.000 ton kayu per tahun.

Snell memperkirakan, kenaikan harga kayu keras kiln-dried di perusahaannya naik antara 15 persen hingga 20 persen  dari tahun lalu. Harga kayu tersebut bisa menjadi lebih mahal karena cuaca semakin dingin.

Snell mengatakan, permintaan kayu bakar yang bersumber di dalam negeri didorong oleh permintaan kayu impor yang lebih mahal dari beberapa negara seperti Latvia dan Lithuania.  Biaya transportasi, terutama untuk bahan bakar, telah mendorong kenaikan harga impor, yang dulunya lebih murah daripada kayu Inggris. Tetapi sekarang harga kayu impor lebih mahal.

Di Denmark, permintaan tungku pembakaran kayu meningkat seiring dengan naiknya permintaan kayu bakar itu. Situs penjualan Denmark DBA mengatakan, pencarian pelet kayu telah naik lebih dari 1.300 persen pada tahun lalu.

Pemerintah dan pemerhati lingkungan telah memperingatkan warga Denmark yang berencana menggunakan kayu bakar untuk mempertimbangkan risikonya. Antara lain, api dapat membahayakan kesehatan dan asap berkontribusi terhadap polusi partikel. Selain itu, ada juga dampak lingkungan yang merusak dari menebang lebih banyak pohon.

Kepala organisasi lingkungan di Kosovo EcoZ, Egzona Shala, mengatakan, penebangan pohon di hutan Kosovo telah meningkat secara signifikan. EcoZ telah memantau hutan di daerah pegunungan. Dalam beberapa kasus EcoZ menemukan orang-orang menebang pohon secara ilegal pada pukul 5 pagi.  Kayu bakar tersebut kemudian dijual di sekitar ibu kota. Seringkali yang ditebang adalah pohon muda. Shala mengatakan, penebangan pohon menjadi sasaran deforestasi vulgar tanpa kriteria dan kontrol apa pun.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement