Rabu 02 Nov 2022 21:11 WIB

Paris Wajibkan Pelaku Bisnis Matikan Lampu  di Malam Hari

Pelaku bisnis yang tak patuh aturan akan didenda hingga 1.500 euro.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Kevin Ha dan Dali Debabeche dari kolektif
Foto: AP Photo/Lewis Joly
Kevin Ha dan Dali Debabeche dari kolektif

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pemerintah kota di Paris mengumumkan Selasa (1/11/2022), semua lampu di kantor dan toko akan dimatikan pada akhir hari kerja. Keputusan wajib ini akan segera berlaku dan yang tidak mematuhi akan dikenakan denda.

Menurut laporan jaringan stasiun radio lokal dan regional Prancis France Bleu, bisnis yang tidak mematuhi akan didenda antara 750 hingga 1.500 euro. Pengumuman itu muncul di tengah krisis energi di Eropa yang disebabkan oleh perang Rusia melawan Ukraina.

Baca Juga

Untuk mengatasi stok energi yang menipis, pemerintah Eropa mencoba mendiversifikasi pasokan dan memperkenalkan langkah-langkah untuk mengurangi permintaan dan menghemat energi. Pemerintah kota Paris juga akan mematikan lampu di papan iklan antara pukul 23.45. hingga pukul 06.00 waktu setempat mulai 1 Desember.

Sebelum keputusan ini, beberapa kota di Prancis sudah memutuskan untuk mematikan lampu-lampu sebagai penerangan jalan sejak 31 Oktober. Contoh saja lampu di kota Lyon akan dimatikan antara pukul 02.00 dan 04.30 dari Ahad hingga Rabu setiap minggu.

Banyak desa di Prancis juga mematikan lampu jalan pada dini hari dan banyak otoritas lokal telah memutuskan untuk memajukan waktu mematikan lampu sebelum tengah malam. Menurut laporan pemerintah tentang kesadaran energi yang diterbitkan awal Oktober, penerangan jalan adalah kontributor tertinggi kedua, setelah bangunan umum, untuk tagihan energi pemerintah daerah, mewakili total 31 persen dari pengeluaran.

Tapi Paris telah memutuskan untuk tidak mengurangi penerangan jalan karena alasan keamanan. Asosiasi pejalan kaki  menunjukkan, 30 persen kematian pejalan kaki di jalan terjadi pada bulan November, Desember, dan Januari.

Asosiasi khawatir jumlah kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki akan meningkat jika pemerintah memutuskan mematikan lampu jalanan. Asosiasi ini telah menyarankan pejalan kaki malam untuk memakai pakaian ringan di malam hari, sehingga mereka lebih mudah dilihat. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement