REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BHARU -- Malaysia menghadapi kelangkaan telur. Setelah ditelusuri, kelangkaan telur ini disebabkan oleh kegiatan penyelundupan ke negara tetangga Thailand.
Menurut Ketua Satgas Khusus Jihad Melawan Inflasi Tan Sri Annuar Musa, banyak peternak yang memilih menjual telur ayam kepada Thailand karena harga telur yang lebih tinggi daripada di Malaysia.
“Pasokan telur mengalami kekurangan lebih dari 100 ribu telur per bulan. Kami menghimbau kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan ini untuk tidak menyelundupkan ke Thailand,” ujar Annuar, yang juga Menteri Komunikasi dan Multimedia.
“Kami tidak bisa langsung menambah pasokan telur karena proses untuk menghasilkan telur baru membutuhkan waktu hingga empat bulan,” katanya dilansir dari Bernama, Senin (7/11/2022).
Hal itu disampaikannya kepada wartawan usai menyerahkan bantuan kepada lebih dari 200 korban badai di dekat Kampung Tegayong, Melor. Dia berharap, kekurangan pasokan telur ini dapat diselesaikan pada akhir Desember nanti.
“Kami sudah berdiskusi untuk mengimpor telur dari luar negeri, tetapi ternyata harganya lebih mahal daripada di Malaysia,” katanya.