Rabu 16 Nov 2022 08:18 WIB

Aktivis Iklim Lempar Cairan Hitam Berminyak ke Lukisan Klimt di Wina

Aktivis menyembunyikan cairan hitam di botol air panas di bawah pakaian mereka.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih
Perubahan iklim. Ilustrasi
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Perubahan iklim. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Aktivis iklim di Austria pada Selasa (15/11/2022) menyerang lukisan terkenal karya seniman Gustav Klimt dengan cairan hitam berminyak. Salah satu aktivis kemudian menempelkan tangannya ke kaca yang melindungi bingkai lukisan itu.

Anggota kelompok Last Generation Austria mengatakan, mereka menargetkan lukisan yang dibuat pada 1915 di Museum Leopold di Wina untuk memprotes penggunaan energi fosil oleh pemerintah. Setelah menyiram lukisan, seorang aktivis diminta pergi oleh penjaga museum. Sementara aktivis lainnya menempelkan tangannya ke kaca di atas bingkai lukisan itu.

 

"Pengeboran minyak dan gas adalah hukuman mati bagi masyarakat," ujar pernyataan Last Generation Austria.

 

Dalam video yang diunggah di media sosial, salah satu aktivis terdengar menyatakan kritik tajamnya terhadap perubahan iklim. "Kami telah mengetahui masalah ini selama 50 tahun, kami akhirnya harus bertindak, jika tidak planet ini akan hancur. Hentikan penghancuran bahan bakar fosil," ujarnya.

 

Austria Press Agency melaporkan, setelah serangan itu, polisi tiba di museum dan cairan hitam dibersihkan dari kaca yang melindungi lukisan itu. Meskipun ada kendali menyeluruh di pintu masuk museum, para aktivis berhasil memasukkan cairan ke dalam museum dengan menyembunyikannya di botol air panas di bawah pakaian mereka.

 

sumber : AP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement