Kamis 17 Nov 2022 00:55 WIB

PM Inggris dan PM Kanada Dorong Penyelidikan Penuh Tembakan Rudal di Polandia

Inggris dan Kanada menekankan pentingnya penyelidikan atas serangan rudal di Polandia

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan Rishi Sunak dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Mereka menekankan pentingnya penyelidikan penuh atas serangan rudal di Polandia.
Foto: Leon Neal/via AP
Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan Rishi Sunak dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Mereka menekankan pentingnya penyelidikan penuh atas serangan rudal di Polandia.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan Rishi Sunak dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Mereka menekankan pentingnya penyelidikan penuh atas serangan rudal di Polandia.

"Perdana Menteri Sunak dan Perdana Menteri Trudeau menekankan pentingnya penyelidikan penuh atas situasi di balik jatuhnya rudal di Polandia kemarin," kata kantor Sunak, setelah kedua pemimpin berbicara dengan Zelenskiy dari KTT G20 di Indonesia, Rabu (16/11/2022).

"Mereka menekankan apa pun hasil penyelidikan itu, invasi Putin ke Ukraina harus disalahkan atas kekerasan yang sedang berlangsung."

Sebelumnya dilaporkan tiga pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan asesmen awal menunjukkan rudal ditembakan pasukan Ukraina ke arah satu rudal Rusia yang ditembakan ke infrastruktur listrik Ukraina. Pejabat itu tidak bersedia disebutkan namanya karena tidak memiliki wewenang membahas hal ini ke publik.

Asesmen dan pernyataan Biden di pertemuan 20 perekonomian terbesar di dunia di Indonesia bertolak belakang dengan informasi sebelumnya. Perwira senior intelijen AS mengatakan rudal Rusia melintasi perbatasan Polandia.

Pemerintah Polandia mengatakan sedang menyelidiki ledakan tersebut dan meningkatkan kesiagaan militernya. Biden berjanji akan membantu Polandia melakukan investigasi.

Dalam pernyataannya Kementerian Luar Negeri Polandia mengidentifikasi senjata yang digunakan diproduksi oleh Rusia. Presiden Andrzej Duda lebih berhati-hati dengan mengatakan "paling mungkin" buatan Rusia tapi asalnya belum terverifikasi.

"Kami bertindak dengan tenang, ini situasi yang sulit," kata Duda.

Ukraina masih memiliki stok senjata-senjata zaman Uni Soviet dan Rusia. Termasuk sistem rudal S-300. Keputusan Biden menggelar rapat darurat mengubah jadwalnya di Indonesia.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement