Senin 21 Nov 2022 18:15 WIB

Pertama Kalinya Erdogan dan El Sisi Berjabat Tangan di Piala Dunia Qatar

Mesir dan Turki memiliki hubungan renggang dalam beberapa tahun terakhir.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi saat upacara pembukaan Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar, Ahad, 20 November 2022.
Foto: Kepresidenan Turki via AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi saat upacara pembukaan Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar, Ahad, 20 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi bertemu dan berjabat tangan untuk pertama kalinya pada Ahad (20/11/2022) waktu setempat. Keduanya menghadiri upacara pembukaan Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar.

Seperti diberitakan The National, Senin (21/11/2022), keduanya bertemu di sebuah resepsi yang diselenggarakan Sheikh Tamim, Emir Qatar di Stadion Al-Bayt, Doha menjelang pertandingan. Banyak pemimpin dari Timur Tengah menghadiri upacara tersebut, termasuk Sheikh Mohammed bin Rashid, Wakil Presiden dan Penguasa Dubai, dan Sheikh Hamdan bin Mohammed, Putra Mahkota Dubai.

Turut hadir Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Raja Abdullah II dari Yordania, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune dan penjabat Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Wakil Presiden India Jagdeep Dhankhar juga berada di Qatar untuk menghadiri pembukaan turnamen dunia tersebut.

Mesir dan Turki memiliki hubungan renggang dalam beberapa tahun terakhir. Erdogan bersikeras pada 2019 tidak akan pernah bertemu dengan rekan Mesirnya itu, setelah menentang jatuhnya presiden yang didukung Ikhwanul Muslimin, Mohamed Morsi pada 2013. Kelompok HAM juga menyebut Mesir menahan 65 ribu tahanan politik

"Saya tidak akan pernah bertemu orang seperti itu, Pertama, dia perlu membebaskan semua tahanan dengan amnesti umum. Selama dia tidak membebaskan orang-orang itu, kami tidak bisa bertemu dengan Sisi,” kata presiden Turki saat itu.

Kendati begitu, hubungan mulai mencair antara Turki dan negara-negara Teluk, termasuk UEA. UEA sendiri memiliki hubungan dekat dengan Mesir.

Awal tahun ini, Menteri Keuangan Turki Nureddin Nebati melakukan perjalanan ke Mesir untuk pertemuan Bank Pembangunan Islam. Itu kunjungan menteri Turki pertama ke negara itu dalam sembilan tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement