Jumat 25 Nov 2022 06:57 WIB

Negaranya Dibombardir, Irak Panggil Dubes Iran dan Turki

Pemanggilan Dubes Iran dan Turki karena serangan lintar batas ke Irak

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Pemerintah Irak telah memanggil duta besar Iran dan Turki di negaranya. Pemanggilan itu menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kedua negara ke Irak.
Foto: AP Photo/Hadi Mizban
Pemerintah Irak telah memanggil duta besar Iran dan Turki di negaranya. Pemanggilan itu menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kedua negara ke Irak.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD – Pemerintah Irak telah memanggil duta besar Iran dan Turki di negaranya. Pemanggilan itu menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kedua negara ke Irak.

“Serangan oleh Iran dan Turki ini mengganggu upaya melawan terorisme di tingkat regional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Irak Dr. Ahmed al-Sahhaf saat diwawancara Associated Press, Kamis (24/11/2022).

Dia mengungkapkan, Kemenlu Irak juga telah memberi tembusan kepada Dewan Keamanan PBB tentang pelanggaran perbatasan terbaru. “Ini (serangan Iran dan Turki) akan meningkatkan tingkat kewaspadaan dan ketegangan, serta akan memengaruhi sifat hubungan antara Iran dan Irak, serta Turki dan Irak,” ucap al-Sahhaf.

Pada Selasa (22/11/2022) lalu, Iran meluncurkan kampanye serangan baru terhadap kelompok-kelompok pembangkang Kurdi Iran yang berbasis di wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak utara. Beberapa kelompok Kurdi Iran telah terlibat dalam konflik intensitas rendah dengan Teheran sejak Revolusi Islam 1979. Mereka mencari berlindung di Irak dan mendirikan pangkalan di negara tetangga Iran tersebut.

Teheran menuduh kelompok-kelompok pembangkang Kurdi di Irak ikut menghasut gelombang demonstrasi yang kini sedang berlangsung di Iran. Kelompok Kurdi pun dituding menyelundupkan senjata ke Iran. Kelompok Kurdi telah membantah tuduhan tersebut.

Selain Iran, Turki pun meluncurkan serangan udara ke Irak utara pada Ahad (20/11/2022) pekan lalu. Ankara menuding kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) bertanggung jawab atas serangan bom yang mengguncang jalan Istiklal, Istanbul, pada 13 November lalu. Insiden itu menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 80 lainnya.

PKK adalah kelompok bersenjata Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Turki melabeli PKK dan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai kelompok teroris.

 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement