Ahad 11 Dec 2022 13:06 WIB

Jerman Tambah Populasi dengan Tingkatkan Imigrasi

Jerman sedang berupaya menarik pekerja asing untuk menjaga kondisi lapangan kerja.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Sinagoga Baru, Centrum Judicum terlihat dari menara TV di Berlin, Jerman, 10 September 2020. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada Sabtu (10/12/2022), negara itu dapat meningkatkan populasinya dengan kuat di tahun-tahun mendatang.
Foto: AP/Markus Schreiber
Sinagoga Baru, Centrum Judicum terlihat dari menara TV di Berlin, Jerman, 10 September 2020. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada Sabtu (10/12/2022), negara itu dapat meningkatkan populasinya dengan kuat di tahun-tahun mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, POTSDAM -- Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada Sabtu (10/12/2022), negara itu dapat meningkatkan populasinya dengan kuat di tahun-tahun mendatang. Pemerintahannya sedang berupaya meningkatkan imigrasi untuk membantu mencegah kekurangan tenaga kerja dan krisis dalam sistem pensiunnya.

Pemerintah sedang berupaya menarik pekerja asing untuk menjaga kondisi lapangan kerja meskipun populasi menua. Scholz mengatakan, pembukaan gerbang imigrasi membuat perkiraan kenaikan populasi tujuh persen menjadi 90 juta pada 2070 menjadi masuk akal.

Baca Juga

Pemerintah Jerman bulan lalu menyetujui rencana untuk mereformasi undang-undang imigrasi. Berlin berusaha untuk membuka pasar kerja di ekonomi terbesar Eropa untuk pekerja yang sangat dibutuhkan dari luar Uni Eropa.

Pemerintah Jerman mengatakan, ingin meningkatkan imigrasi dan pelatihan untuk mengatasi kekurangan keterampilan yang membebani ekonomi negara itu pada saat pertumbuhan melemah. Populasi yang menua telah menumpuk tekanan pada sistem pensiun publik. Scholz mengatakan, pertumbuhan populasi saat ini sebagian karena meningkatnya imigrasi berarti pemerintah mungkin tidak menaikkan iuran pensiun sebelum mandatnya berakhir pada 2025.

Kantor statistik Jerman mengatakan pekan lalu, bahwa populasi kemungkinan akan naik satu juta menjadi 84 juta tahun ini. Peningkatan ini karena migrasi dari warga Ukraina. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai 90 juta dalam beberapa dekade mendatang, jika arus migrasi tinggi. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement