Kamis 15 Dec 2022 18:03 WIB

Dubes: Indonesia-Jepang Penggerak Episentrum Perekonomian Global

Meskipun tren ekonomi global melambat, Indonesia fundamental perekonomian yang kuat.

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi
Foto: KBRI Tokyo
Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi menilai Indonesia dan Jepang perlu memperkuat kemitraan guna menjadi penggerak episentrum pertumbuhan ekonomi global. Menurut dia, sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam pemetaan agenda prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN dan Jepang pada G7.

"Menyongsong berbagai momentum strategis tahun 2023, Indonesia dan Jepang perlu perkuat kemitraan untuk jadi penggerak episentrum pertumbuhan ekonomi global," kata Dubes Heri di Tokyo, Kamis (15/12/2022).

Baca Juga

Dalam paparannya yang bertajuk 'Economic Outlook 2023 and Prospects for Indonesia-Japan Cooperation', dia menjelaskan meskipun tren ekonomi global pada 2023 akan melambat dengan berbagai tantangan seperti disrupsi rantai pasok global, instabilitas geopolitik dan ancaman resesi, Indonesia terus menunjukkan fundamental perekonomian yang kuat.

"Indonesia optimistis dapat melalui tekanan ekonomi global secara baik karena memiliki ketahanan ekonomi yang kuat, ditopang oleh konsumsi domestik yang tinggi, iklim investasi yang kondusif dan kinerja positif ekspor," katanya.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 yang diproyeksikan dapat mencapai lima hingga 5,3 persen, lanjut dia, Indonesia siap menjadi mitra investasi utama dari kalangan bisnis Jepang.

"Saya mengundang kalangan bisnis Jepang untuk memanfaatkan berbagai hasil KTT G-20 di Bali, di antaranya proyek health tourism di Bali dan Sekupang, kerja sama transformasi digital khususnya untuk digital payment, dan tentunya berbagai proyek kerja sama di sektor energi baru dan terbarukan," katanya.

Khusus terkait transisi energi, Heri mengatakan, Indonesia dan Jepang juga telah secara resmi meluncurkan inisiatif bersama Asia Zero Emission Community (AZEC) di sela-sela KTT G-20 Bali. Pemerintah Jepang menyampaikan komitmennya untuk menyediakan dana 500 miliar dolar AS (Rp 7,8 triliun) yang dapat dialokasikan untuk berbagai proyek-proyek ekonomi hijau di Indonesia.

Melalui AZEC, Indonesia dan Jepang sepakat bahwa teknologi hijau harus menjadi public goods sebagai upaya bersama mempercepat target pencapaian netralitas karbon.

Dalam kesempatan sama, Ketua Badan Kerja Sama Mitsubishi sekaligua Co-Chair Komite Ekonomi Indonesia ? Jepang Takehiko Kakiuchi menyambut tawaran partisipasi kerja sama tersebut.

"Kami memahami pentingnya untuk menjalin kerja sama ekonomi yang erat dengan Indonesia dan siap untuk menyambut baik tawaran berpartisipasi di sektor-sektor prioritas di Indonesia," katanya.

Presiden dan CEO Marubeni Corporation Masumi Kakinoki tegaskan komitmen kalangan bisnis Jepang untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement