Ahad 18 Dec 2022 22:51 WIB

Ini Strategi Mesir untuk Penuhi Kebutuhan Energi Ramah Lingkungan

Mesir mengadopsi teknologi biogas.

Rep: Mabruroh/ Red: Dwi Murdaningsih
Peternak memanfaatkan energi biogas yang berasal dari kotoran sapi untuk memasak air perangsang keluarnya susu saat memerah di salah satu peternakan di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/9).
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Peternak memanfaatkan energi biogas yang berasal dari kotoran sapi untuk memasak air perangsang keluarnya susu saat memerah di salah satu peternakan di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/9).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Mesir telah mengkonfirmasi rencana untuk menggunakan teknologi biogas untuk memenuhi kebutuhan energi. Biogas adalah sumber energi terbarukan yang menggunakan gas yang dihasilkan dari bahan baku termasuk limbah pertanian dan kota. Biogas sudah digunakan di ratusan tempat di seluruh dunia.

“Setelah berakhirnya KTT iklim yang diadakan di Sharm El-Sheikh pada November, negara mengambil masalah pembuangan limbah, yang terkait erat dengan perubahan iklim. Setelah banyak percobaan yang berhasil, implementasi diusulkan oleh kementerian,” kata pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup Mesir, Karima Hussein dilansir dari Arab News, Ahad (18/12/2022).

Baca Juga

Menurutnya teknologi biogas aman secara ekonomi. Biogas juga sehat lantaran bersifat terbarukan yang berkontribusi untuk mengurangi energi fosil seperti minyak bumi.

"Teknologi biogas adalah perwujudan dari gagasan ekonomi sirkular dan ekonomi hijau, (sejalan dengan) adopsi undang-undang yang mengatur pengelolaan limbah di Mesir,” ungkapnya.

 

CEO Badan Pengatur Pengelolaan Limbah Tariq Al-Arabi, mengatakan pekerjaan 1.660 unit biogas rumah tangga telah selesai. Selain itu, saat ini ada 18 pabrik yang telah mengeluarkan lisensi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendaur ulang limbah elektronik.

“Mereka juga bekerja pada sistem limbah medis dengan kementerian untuk memperbarui teknologi yang digunakan dalam daur ulang limbah medis di dalam rumah sakit, dan bekerja pada sistem untuk melibatkan sektor swasta dalam pembuangan limbah medis,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement