REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG - Korea Utara (Korut) kembali menembakkan rudal balistik ke laut lepas pantai timurnya pada Jumat (23/12/2022). Peluncuran terbaru ini dikonfirmasi oleh militer Korea Selatan (Korsel) dan penjaga pantai Jepang.
Joint Chiefs of Staff (JCS) atau Kepala Staf Gabungan Korsel mengumumkan peluncuran tersebut tanpa memberikan rincian lainnya. Kemungkinan detail lain akan dirilis pihak JCS dikutip kantor berita Korsel, Yonhap News Agency.
Peluncuran Jumat adalah yang terbaru dari sejumlah uji coba rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Korut tahun ini. Negara yang terisolasi itu menembakkan dua rudal balistik jarak menengah di lepas pantai timurnya pada Ahad akhir pekan lalu.
Pyongyang menyebut uji senjata itu adalah uji coba penting untuk program satelit mata-matanya yang dimaksudkan untuk diselesaikan pada April. Peluncuran terbaru ke laut Timurnya juga terjadi setelah Korut mengecam skema pembangunan militer Jepang untuk strategi keamanan baru terbesarnya.
Negara yang dipimpin Kim Jong-un juga mengingatkan konsekuensi dari keputusan Jepang yang dinilai berbahaya. "DPRK memperjelas sekali lagi bahwa kami memiliki hak untuk mengambil langkah militer yang tegas untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan kepentingan mendasar mengingat kompleksitas lingkungan keamanan regional yang disebabkan oleh tindakan Jepang," kata Korut Selasa lalu.