Senin 26 Dec 2022 13:23 WIB

Beri Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Konflik di Dunia Diakhiri

Konflik Ukraina tak boleh kurangi kepedulian pada krisis kemanusiaan di negara lain

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Paus Fransiskus menyerukan perang di Ukraina dan berbagai wilayah di dunia diakhiri.
Foto: AP/Andrew Medichini
Paus Fransiskus menyerukan perang di Ukraina dan berbagai wilayah di dunia diakhiri.

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN – Paus Fransiskus menyerukan perang di Ukraina dan berbagai wilayah di dunia diakhiri. Hal itu disampaikan saat dia memberikan pesan Natal dari balkon tengah Basilika Santo Petrus, Vatikan, Ahad (25/12/2022).

“Mari kita lihat wajah semua anak yang, di mana pun di dunia ini, merindukan perdamaian. Mari kita juga melihat wajah saudara-saudari kita di Ukraina yang mengalami Natal ini dalam kegelapan dan dingin, jauh dari rumah mereka karena kehancuran yang disebabkan oleh perang selama sepuluh bulan,” kata Paus Fransiskus.

Dia menekankan, konflik di Ukraina tidak boleh mengalihkan atau mengurangi kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di negara lain, seperti Suriah, Myanmar, Iran, Haiti, dan wilayah Sahel di Afrika. “Semoga Tuhan mengilhami kita untuk menawarkan gerakan solidaritas yang nyata untuk membantu semua orang yang menderita, dan semoga Dia menerangi pikiran mereka yang memiliki kekuatan untuk membungkam gemuruh senjata serta segera mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini!” kata Paus Fransiskus.

Pada Ahad lalu atau tepat ketika perayaan Natal, Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menyampaikan bahwa negaranya siap bernegosiasi dengan semua pihak yang terlibat untuk menghentikan konflik di Ukraina. Menurutnya, keputusan untuk berunding memang perlu diambil guna melindungi warga Rusia.

"Kami siap untuk bernegosiasi dengan semua orang yang terlibat tentang solusi yang dapat diterima, tetapi itu terserah mereka. Bukan kami yang menolak untuk bernegosiasi, mereka yang menolak," kata Putin dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah Rusia.

Meski terkesan melunak, Putin yakin tawaran negosiasi adalah hal yang tepat. “Saya percaya bahwa kami bertindak ke arah yang benar, kami membela kepentingan nasional kami, kepentingan warga negara kami, rakyat kami. Dan kami tidak punya pilihan lain selain melindungi warga negara kami,” ucapnya.

Konflik Rusia-Ukraina telah berlangsung selama 10 bulan. Sepanjang konflik, Kiev memperoleh dukungan politik dan militer dari Barat, terutama Amerika Serikat (AS). Terhadap Rusia, Barat menerapkan sanksi ekonomi berlapis dan terberat yang pernah diberlakukan.

Perang Rusia-Ukraina sempat memicu gejolak dalam harga pangan dan energi global. Hal itu membuat negara-negara yang berada di luar blok Barat dan Rusia menyerukan agar konflik di Ukraina segera dihentikan. Sebab negara miskin dan berkembang yang tak terlibat apa pun dalam peperangan tersebut harus turut memikul dampaknya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement