Sabtu 31 Dec 2022 10:08 WIB

Bukan Wig, Limbah Rambut Manusia Disulap Jadi Kotak Kusut di Belgia

Daur ulang rambut menjadi kotak kusut bisa digunakan untuk menyerap minyak.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nora Azizah
Daur ulang rambut menjadi kotak kusut bisa digunakan untuk menyerap minyak.
Foto: www.freepik.com.
Daur ulang rambut menjadi kotak kusut bisa digunakan untuk menyerap minyak.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Tukang pangkas rambut maupun salon di seluruh Belgia mengumpulkan potongan rambut dari pelanggan mereka untuk didaur ulang. Mereka kemudian menyerahkannya ke sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bakal mendaur ulang rambut-rambut tersebut guna melindungi lingkungan.

Proyek Daur Ulang Rambut bekerja mengumpulkan rambut, memasukkannya ke dalam mesin, dan mengubah kumpulan rambut menjadi kotak kusut. Rambut yang sudah didaur ulang tersebut dapat digunakan untuk menyerap minyak dan hidrokarbon lain yang mencemari lingkungan, atau dibuat menjadi kantong bio-komposit.

Baca Juga

Pendiri Proyek Patrick Janssen, menjelaskan bahwa 1 kilogram (2,2 lbs) rambut dapat menyerap 7-8 liter (1,8-2,1 US galon) minyak dan hidrokarbon. Bahan itu dapat ditempatkan di saluran air untuk menyerap polusi dalam air sebelum mencapai sungai.

"Produk kami lebih etis karena diproduksi secara lokal, tidak diimpor dari sisi lain planet ini," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters, Sabtu (31/12/2022). 

"Mereka dibuat di sini untuk menangani masalah lokal," imbuhnya.

Proyek tersebut mengatakan di situs webnya bahwa rambut memiliki sifat yang kuat: satu helai dapat menopang hingga 10 juta kali beratnya sendiri. Selain menyerap lemak dan hidrokarbon, rambut manusia larut dalam air dan sangat elastis karena serat keratinnya.

Isabelle Voulkidis, manajer salon Helyode di Brussel, adalah salah satu dari puluhan penata rambut di seluruh negeri yang membayar sedikit biaya untuk mengumpulkan potongan rambut mereka. "Apa yang memotivasi saya, secara pribadi, adalah bahwa saya merasa malu rambut saat ini dibuang begitu saja ke tempat sampah, padahal saya tahu begitu banyak yang bisa dilakukan dengan itu," katanya, sambil menyisir dan memotong salah satu rambut pelanggannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement