Selasa 10 Jan 2023 01:35 WIB

Anwar Ibrahim Cerita Soal Pengalaman di Penjara

Anwar cerita penderitaan yang dialaminya, termasuk selama berada di dalam penjara

Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) melambai kepada wartawan dalam pertemuan mereka di Istana Kepresidenan di Bogor, Indonesia, 09 Januari 2023. Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk pertemuan pertamanya kunjungan resmi sejak dilantik pada akhir November 2022, guna mempererat hubungan kedua negara.
Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) melambai kepada wartawan dalam pertemuan mereka di Istana Kepresidenan di Bogor, Indonesia, 09 Januari 2023. Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk pertemuan pertamanya kunjungan resmi sejak dilantik pada akhir November 2022, guna mempererat hubungan kedua negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa penderitaan yang dialaminya, termasuk selama berada di dalam penjara, tidak sebanding dengan penderitaan rakyat Malaysia.

"Saya malu untuk menuliskan derita saya, karena kecil ketimbang derita yang dirasakan oleh mayoritas rakyat," kata Anwar Ibrahim dalam acara CT Corp Leadership Forum di Jakarta, Senin.

Menurut dia, ada hikmah yang diperoleh dari semua yang dialaminya termasuk dalam kancah politik. "Hal itu mendewasakan saya. Saya lebih mengerti apa arti bebas dan demokratis, karena saya tahu pengalaman hidup dalam kungkungan," katanya.

Anwar juga menuturkan bahwa sebagai seseorang yang pernah tersisih, dia menjadi paham apa arti keadilan sosial.

PM Anwar menyebut banyak rekannya di Indonesia telah membantu dirinya melewati masa-masa sulit dalam berpolitik. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan orang-orang di Indonesia yang selalu bersedia membantunya.

"Saya tidak pernah merasa terasing di Indonesia," ucap PM Malaysia itu.

Pada kesempatan itu, Anwar juga menceritakan bahwa ibunya adalah seorang penggemar karya-karya besar sastra Indonesia, seperti karya sastra dari Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan BuyaHamka, yang tidak hanya dibaca oleh sang ibu namun juga dipahami.

"Indonesia telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang tak dapat tertandingi dari berbagai tren seperti Soekarno, Hatta, Muhammad Natsir dan Sultan Sjahrir. Mereka adalah tokoh-tokoh hebat dalam generasi awal." katanya menambahkan.

Kunjungan PM Anwar Ibrahim ke Indonesia merupakan kunjungan resmi pertama ke luar negeri setelah ia dilantik sebagai PM Malaysia pada 24 November 2022.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement