Selasa 10 Jan 2023 18:45 WIB

Bocah SD Di Virginia Tembak Guru Pakai Pistol Ibunya

Pistol 9mm yang digunakan bocah itu dibeli secara legal oleh ibunya.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Bendera Amerika Serikat
Bendera Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, NEWPORT NEWS -- Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun di Virginia, menembak gurunya menggunakan pistol milik ibunya. Kepala polisi Newport News, Steve Drew, mengatakan, pistol 9mm yang digunakan bocah itu dibeli secara legal oleh ibunya.

Bocah yang duduk di bangku sekolah dasar itu, menyimpan pistol tersebut di ranselnya. Drew mengatakan, tidak ada perkelahian atau peringatan apapun sebelum bocah laki-laki itu menembak gurunya di dalam kelas.

“Dia menunjukkan senjata api, dia mengarahkannya dan dia menembakkan satu putaran," kata Drew, dalam konferensi pers, Senin (9/1/2023).

Drew sebelumnya mengatakan bahwa penembakan itu tidak disengaja. Drew mengklarifikasi pernyataan sebelumnya bahwa ada pertengkaran sebelum penembakan. Drew mengatakan, ada interaksi antara anak laki-laki itu dengan gurunya, Abby Zwerner (25 tahun) di ruang kelas I, di Richneck Elementary School. Drew menegaskan bahwa penembakan itu "tidak disengaja".

Zwerner meletakkan tangannya dalam posisi bertahan ketika pistol ditembakkan. Drew mengatakan, peluru menembus tangan Zwerner dan masuk ke dada atas. Saat ini kondisi Zwerner telah membaik dan dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Drew memuji Zwerner sebagai pahlawan karena dengan cepat membawa murid-muridnya keluar dari kelas setelah dia ditembak. Drew mengatakan, video CCTV menunjukkan, Zwerner adalah orang terakhir yang meninggalkan kelas.

“Dia berbelok ke kanan dan mulai menyusuri lorong, lalu dia berhenti. Dia berbalik dan memastikan setiap siswa itu aman," kata Drew.

Drew mengatakan seorang pegawai sekolah bergegas ke ruang kelas dan secara fisik menahan bocah itu setelah mendengar suara tembakan. Dia mengatakan, bocah itu menjadi "sedikit agresif" dan memukul karyawan itu.  Petugas polisi tiba dan mengawalnya keluar dari gedung kemudian membawanya ke kantor polisi.

Bocah itu telah ditahan di fasilitas medis sejak perintah penahanan darurat dan perintah penahanan sementara dikeluarkan pada Jumat (6/1/2023). Drew mengatakan, hakim menentukan langkah hukum selanjutnya untuk bocah itu.  Ibu dari anak laki-laki itu telah diwawancarai oleh polisi, tetapi tidak jelas apakah dia berpotensi menghadapi dakwaan apa pun.

Konselor sekolah Richneck, Lauren Palladini, mengatakan, Zwerner adalah orang yang bijaksana dan peduli. "Dia adalah salah satu guru paling luar biasa yang pernah berinteraksi dengan saya," ujarnya.

Seorang guru dari sekolah dasar lainnya di Virginia, Amanda Bartley, meminta semua orang untuk berdoa bagi Zwerner. Bartley mengatakan kepada The Associated Press, dia mengorganisir acara tersebut untuk mendukung Zwerner. Namun menurut Bartley, banyak pertanyaan yang belum terjawab.

“Bagaimana dia (bocah itu) mendapatkan senjatanya? Kenapa tidak dikunci?  Pemilik senjata yang baik tahu akan mengunci senjata dan memisahkan amunisi dari senjata itu sendiri," ujar Zwerner.

Undang-undang Virginia melarang siapa pun meninggalkan senjata yang terisi dengan amunisi dan meletakkanya sembarangan, sehingga membahayakan nyawa atau anggota tubuh anak di bawah 14 tahun. Pelanggaran undang-undang itu adalah pelanggaran ringan, yang dapat dihukum dengan hukuman penjara maksimal satu tahun dan denda maksimal 2.500 dolar AS. Virginia tidak memiliki undang-undang yang mewajibkan senjata yang tidak dijaga disimpan dengan cara tertentu, atau undang-undang yang mewajibkan pemilik senjata untuk mengunci senjata mereka secara tegas.

 “Virginia jelas memiliki undang-undang yang lebih lemah daripada negara bagian lain yang memiliki undang-undang pencegahan akses anak,” kata penasihat senior dan Direktur Kebijakan di Giffords Law Center to Prevent Gun Violence, Allison Anderman.

Pakar hukum mengatakan, secara teori di bawah hukum Virginia, sangat memungkinkan untuk menuntut anak berusia 6 tahun secara pidana. Namun banyak kendala untuk melakukannya.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement