Ahad 15 Jan 2023 05:10 WIB

Penguasa Baru dan Aroma Rokok di Capitol Hill

Pada tahun 1914 Senat setuju melarang rokok di ruang majelis.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Gedung Capitol Hill di Washington (ilustrasi).
Foto: AP Photo/Patrick Semansky
Gedung Capitol Hill di Washington (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tahun ini banyak sejarah yang terulang di Kongres Amerika Serikat (AS) ketika House of Representative jatuh ke tangan Partai Republik. Demokrat menguasai Gedung Putih dan Senat. Serta bau asap tembakau di lorong-lorong Capitol Hill.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (14/1/2023) asap rokok di Capitol Hill saat ini membangkitkan kenangan saat House dikuasai Partai Republik. Mantan ketua House John Boehner merokok sangat banyak sampai koleganya di Partai Republik, Paul Ryan, harus mengganti karpet, mesin penghisap asap dan melapisi cat baru saat ia menggunakan kantornya.

Baca Juga

Lebih jauh kebelangkan ketua Komite Peraturan House dari Partai Republik akhir 1990-an sampai awal 2000-an, David Dreier sangat menyukai rokok. Ketua Peraturan House saat ini Tom Cole dari Oklahoma juga sering kedapatan merokok di ruangan komite di lantai tiga Capitol Hill.

Hal ini menjadi Capitol Hill salah satu dari sedikit ruangan tertutup di Washington DC dan perkantoran di AS yang masih mengizinkan merokok di dalam ruangan. Meski upaya 150 tahun melarang rokok di gedung, merokok masih diperbolehkan di kantor-kantor anggota Kongres.

Capitol Hill dan gedung-gedung Kongres merupakan properti federal tapi beroperasi independen dari gedung pemerintah. Banyak peraturannya termasuk merokok dan prosedur pandemi ditentukan ketua House dan Senat.

Pada tahun 1997 mantan presiden Bill Clinton menandatangani larangan merokok di gedung pemerintah federal. Satu dekade kemudian pada tahun 2007 ketua House Nancy Pelosi melarang merokok di sebagian besar komplek Kongres, ketika Demokrat berkuasa anggota Kongres masih diizinkan merokok di ruangan mereka masing-masing.

Upaya pertama melarang merokok di gedung Kongres dilakukan pada tahun 1817. Ketika Ketua House James G Blaine dari Maine mengusulkan melarang rokok di ruang sidang dan galeri House selama proses sidang. Pada tahun 1914 Senat setuju melarang rokok di ruang majelis.

Distrik Columbia melarang rokok di sebagian besar ruangan terbuka pada tahun 2006. Sebanyak 28 negara bagian memiliki apa yang Asosiasi Paru-paru Amerika sebut undang-undang bebas rokok komprehensif yang melarang rokok di sebagian besar tempat termasuk bar dan restoran.

Usai memenangkan pemilu sela 2022, Republik dapat menentukan peraturan House. Setelah Kevin McCarthy akhirnya terpilih usai 15 kali pemungutan suara. Dengan rezim baru ini datanglah bau asap rokok di ruang-ruang Kongres.

"Jadi sekarang ada ruangan merokok di House di Capitol saat Partai Republik berkuasa," cicit wartawan Reuters Patricia Zengerle seperti dikutip dari Mirror.

Wartawan Kongres lainnya Ursula Perano dari The Daily Beast menambahkan komentar itu. Perano mengatakan bau rokok di ruangan sangat tajam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement