Jumat 27 Jan 2023 00:15 WIB

Kematian Harian Covid-19 di China Turun 79 Persen

Gelombang wabah Covid-19 di China menunjukkan tanda-tanda mereda

 Pekerja medis berbicara  seorang wanita ketika menerima perawatan medis di lorong bangsal darurat di Beijing, Kamis, 19 Januari 2023. China pada hari Kamis menuduh beberapa media Barat melakukan bias, fitnah, dan manipulasi politik dalam liputan mereka tentang penghentian mendadak kebijakan nol-COVID China yang ketat, karena China mengeluarkan pembelaan yang kuat atas tindakan yang diambil untuk mempersiapkan perubahan strategi.
Foto: AP/Andy Wong
Pekerja medis berbicara seorang wanita ketika menerima perawatan medis di lorong bangsal darurat di Beijing, Kamis, 19 Januari 2023. China pada hari Kamis menuduh beberapa media Barat melakukan bias, fitnah, dan manipulasi politik dalam liputan mereka tentang penghentian mendadak kebijakan nol-COVID China yang ketat, karena China mengeluarkan pembelaan yang kuat atas tindakan yang diambil untuk mempersiapkan perubahan strategi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Gelombang wabah Covid-19 di China menunjukkan tanda-tanda mereda yang ditandai dengan menurunnya jumlah kasus positif dan kematian harian.

Data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China (CCDC) yang dirilis di Beijing, Rabu (25/1/2023), menyebutkan jumlah kasus kematian pada Senin (23/1/2023) turun sebesar 79 persen dan tercatat 896 orang.

Jumlah kematian harian akibat Covid-19 di China menurun 79 persen dibandingkan dengan angka kematian pada Rabu (4/1/2023) yang mencapai 4.273 jiwa.

CCDC menganggap angka kematian pada 4 Januari sebagai puncak kasus kematian harian akibat Covid-19.

 

Sementara jumlah kasus positif Covid-19 harian puncaknya terjadi pada 22 Desember 2022 hingga mencapai 6,94 juta kasus.

Pada Senin (23/1/2023), kasus positif harian hanya tercatat 15 ribu.

Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sempat menyentuh angka 1,63 juta pada Kamis (5/1/2023), kemudian menurun menjadi 248 ribu pada Senin (23/1/2023).

Namun, jumlah pasien kritis mengalami kenaikan dari 10.000 per hari pada periode 27 Desember-3 Januari menjadi 36.000 pada Senin (23/1/2023).

Jumlah kunjungan harian ke klinik kesehatan juga menurun 96,2 persen dari 2,87 juta pada 23 Desember menjadi 110 ribu pada Senin.

Sejak otoritas China menurunkan status tanggap Covid-19 pada 8 Desember, kewajiban tes harian PCR dicabut sehingga jumlah kunjungan ke pos-pos tes PCR mengalami penurunan drastis dari 150 juta orang pada 9 Desember menjadi 280 ribu pada 23 Januari.

Hingga Jumat (20/1/2023), sekitar 3,49 miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan kepada warga China, berdasarkan data CCDC.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement