Senin 30 Jan 2023 22:33 WIB

Taliban di Balik Ledakan Masjid di Pakistan

Peshawar dikenal dengan kehadiran kuat Taliban Pakistan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ferry kisihandi
 Petugas penyelamat di lokasi ledakan di sebuah Masjid, di Peshawar, Pakistan, Senin, 30 Januari 2023. Sedikitnya 28 jamaah tewas dan puluhan lainnya terluka dalam ledakan saat sholat di sebuah Masjid yang terletak di garis polisi di Peshawar, Ghulam Ali, Gubernur kata KPK provinsi.
Foto: EPA-EFE/BILAWAL ARBAB
Petugas penyelamat di lokasi ledakan di sebuah Masjid, di Peshawar, Pakistan, Senin, 30 Januari 2023. Sedikitnya 28 jamaah tewas dan puluhan lainnya terluka dalam ledakan saat sholat di sebuah Masjid yang terletak di garis polisi di Peshawar, Ghulam Ali, Gubernur kata KPK provinsi.

REPUBLIKA.CO.ID, PESHAWAR -- Ledakan masjid di kompleks polisi di Peshawar, Pakistan dilakukan pengebom bunuh diri dari kelompok Taliban Pakistan pada Senin (30/1/2023). Aksi tersebut dilakukan saat shalat jamaah berlangsung. 

Komandan Taliban Pakistan, Sarbakaf Mohmand melalui akun Twitter mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Walau juru bicara dari kelompok tersebut belum memberikan keterangan resmi atas serangan tersebut.

‘’Seorang anggota milisi melakukan serangan itu untuk membalasa kematian Abdul Wali,’’ ungkap Mohmand. Abdul Wali secara luas dikenal sebagai Omar Khalid Khurasani. Dia  terbunuh di provinsi tetangga Paktika di Afghanistan pada Agustus 2022.

Dalam ledakan tersebut, 34 orang meninggal dan 150 luka-luka dengan sebagian besar korban  anggota polisi. Hingga saat ini belum jelas cara pelaku pengeboman bisa menyelinap ke dalam kompleks yang merupakan zona keamanan tinggi. 

Lebih dari 300 jamaah sedang shalat di dalam masjid ketika pelaku meledakkan rompi peledaknya. ‘’Banyak yang terluka saat atap runtuh,’’ kaya petugas polisi, Zafar Khan. Tim penyelamat bergegas memindahkan puing-puing untuk menyelamatkan jamaah. 

Meena Gul yang berada di dalam masjid saat bom meledak mengatakan, dia tidak tahu bagaimana bisa selamat tanpa cedera. Polisi berusia 38 tahun itu mengatakan, dia bisa mendengar tangisan dan jeritan setelah bom meledak.

Pejabat polisi Siddique Khan mengatakan, jumlah korban meninggal naik menjadi 34 orang, termasuk Noor-ul-Amin, imam shalat. Dia mengatakan penyerang meledakkan dirinya saat berada di antara jamaah.

Kepala polisi Peshawar Ijaz Khan mengatakan, sedikitnya 150 orang terluka. Rumah sakit terdekat mendaftarkan banyak korban luka dalam kondisi kritis, meningkatkan kekhawatiran jumlah korban tewas masih bisa bertambah.

Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dikenal dengan kehadiran kuat Taliban Pakistan. Kelompok milisi yang juga dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan  melancarkan pemberontakan di Pakistan selama 15 tahun terakhir. Meski kelompok itu terpisah dari Taliban di Afghanistan, tetapi mereka sekutu dekat.

Perdana Menteri Palestina Shahbaz Sharif mengutuk pengeboman itu. Dia memerintahkan pihak berwenang memastikan perawatan medis terbaik bagi para korban. Dia juga bersumpah menindak tegas pelaku yang berada di balik serangan itu.

Kantor Sharif dalam sebuah pernyataan mengatakan, dia akan pergi ke Peshawar untuk bertemu para korban. Dia akan menerima pengarahan tentang situasi keamanan di barat laut. 

 

sumber : ap
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement