Sabtu 11 Feb 2023 13:44 WIB

AS: Sanksi Tidak Halangi Penyaluran Bantuan Kemanusiaan di Suriah

Sanksi AS telah memberikan pengecualian untuk upaya kemanusiaan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
 Pasokan bantuan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah dimuat ke dalam truk di Turmstrasse di Moabit, di Berlin, Jerman, Senin, 6 Februari 2023. Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan pengecualian sanksi enam bulan untuk semua transaksi yang berkaitan dengan pemberian bantuan bencana ke Suriah setelah dilanda bencana gempa.
Foto:

Mayoritas Suriah berada di bawah kendali pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Wilayah Suriah barat laut secara de facto terbagi dua yaitu daerah yang dikuasai Turki dan kelompok bersenjata yang terkait dengan Alqeda, Hayat Tahrir al-Sham. Sementara wilayah timur laut Suriah sebagian besar dikuasai oleh kelompok-kelompok pimpinan Kurdi yang didukung AS.

Perwakilan negara di United Nations Population Fund, Himyar Abdul Moughni, mengatakan, Suriah memiliki 400 tempat penampungan, yang dapat menampung lebih dari 50.000 orang. Dia meminta bantuan mendesak, terutama bagi warga Suriah yang rentan, termasuk sekitar 90.000 wanita hamil.

Badan Pembangunan Internasional AS pada Kamis (9/2/2023) mengumumkan bahwa Washington telah menjanjikan bantuan kemanusiaan senilai 85 juta dolar AS. Washington juga mengirim 160 orang dan 12 anjing pelacak ke Turki untuk membantu upaya penyelamatan. Para pengkritik sanksi ekonomi terhadap Suriah menyerukan agar sanksi itu dicabut setelah bencana alam. 

Direktur Pusat Politik Timur Tengah di Universitas Oklahoma, Joshua Landis, mengatakan, sudah waktunya mengesampingkan politik di Suriah. "Amerika Serikat telah memberikan sanksi yang sangat berat terhadap Suriah.  Tidak mungkin mengirim uang ke orang yang dicintai melalui bank. AS mengontrol semua minyak Suriah, dan itu berarti mesin tidak dapat bekerja," ujar Landis.

Menurut Kepala kelompok masyarakat sipil Beytna Syria, Assaad Al-Achi, sanksi internasional memiliki "dampak kecil" pada bantuan kemanusiaan. Tetapi sanksi punya dampak langsung pada pengiriman uang dan transfer keuangan ke Suriah.

Pada Selasa, Bulan Sabit Merah Arab Suriah mengatakan, sanksi AS menghambat operasi penyelamatan dan bantuan. Mereka meminta pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mencabutnya. Sementara itu, lembaga think tank The Carter Center meminta pemerintah untuk membuat jaminan yang diperlukan untuk mempercepat pengiriman bantuan.  

 

"Langkah ini diperlukan untuk memfasilitasi aliran bantuan kepada mereka yang membutuhkan”, kata Carter Center.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement