Selasa 14 Feb 2023 13:24 WIB

3 Orang Tewas dalam Penembakan di Michigan State University

Semua kegiatan di kampus ditangguhkan selama 48 jam ke depan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Police line
Foto: Wikipedia
Police line

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Aksi penembakan terjadi di Michigan State University, Amerika Serikat (AS), Senin (13/2/2023) malam waktu setempat. Sejauh ini, sebanyak tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

Wakil kepala sementara departemen kepolisian Michigan State University, Chris Rozman, mengungkapkan, penembakan terjadi sesaat sebelum pukul 20.30. Lokasinya yakni di Berkey Hall, sebuah gedung akademik, dan dekat gedung perkumpulan atau perserikatan mahasiswa.

Menurut Rozman, pelaku penembakan adalah pria berperawakan pendek, mengenakan sepatu merah, jaket jin, dan topi bola. Rozman mengungkapkan, ratusan petugas dari berbagai instansi berada di kampus. Dia mendesak para orang tua mahasiswa tidak mendekat ke area kampus untuk sementara waktu.

“Saya hanya bisa membayangkan emosi yang terlibat saat ini. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan keamanan kampus kami dan semua mahasiswa kami," kata Rozman.

Sementara itu, kelima korban luka telah dibawa ke Sparrow Hospital. Pada pukul 22.15 waktu setempat, area Berkey Hall dan sekitarnya telah diamankan kepolisian. Aedan Kelley, mahasiswa baru yang tinggal kurang dari satu kilometer dari Michigan State University mengaku sangat cemas dengan insiden penembakan tersebut.

Dia mengatakan, telah mengunci semua pintu rumahnya dan menutup jendela “untuk berjaga-jaga” atau mengantisipasi hal-hal tak terduga. “Semuanya sangat menakutkan. Kemudian saya mendapat pesan dari orang-orang yang menanyakan apakah saya baik-baik saja. Itu hal mengharukan,” ujar Kelley.

Michigan State University memiliki 50 ribu mahasiswa. Akibat insiden penembakan, semua kegiatan di kampus ditangguhkan selama 48 jam ke depan. Belum ada keterangan lebih lanjut tentang identitas atau latar belakang pelaku penembakan.

Aksi penembakan, termasuk penembakan massal, sudah sering terjadi di AS. Menurut data yang dimuat laman Statista.com, pada 2022 lalu, terdapat 74 warga AS yang tewas dalam insiden penembakan massal di AS. Sementara itu, tahun paling mematikan adalah 2020, yakni ketika terdapat 117 kematian dan 587 korban luka akibat penembakan massal di Negeri Paman Sam.

sumber : AP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement