Senin 20 Feb 2023 22:34 WIB

Insentif Sepeda Motor Listrik Jangan Sampai Jatuh ke Orang Kaya

insentif diberikan kepada orang yang membeli motor listrik tapi uangnya pas-pasan.

Sepeda listrik Ofero pada event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
Foto: dokpri
Sepeda listrik Ofero pada event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufik Bawazier menegaskan bahwa insentif untuk kendaraan listrik yang diberikan oleh Pemerintah harus diberikan secara tepat sasaran.

 

"Saya mendorong agar insentif akan diberikan oleh orang yang tepat, yang memang betul-betul dia mau beli motor listrik tapi duitnya pas-pasan," ujar Taufik Bawazier di arena Indonesia International Motor Show (IIMS), JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2023).

 

Taufik Bawazier mengatakan, untuk itu perlu adanya kolaborasi antarinstansi agar nantinya insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak salah sasaran atau malah diberikan kepada kalangan yang memang memiliki kondisi ekonomi yang baik.

 

"Untuk datanya itu kan, kita punya Dukcapil. Nah ini data yang ingin dikroscek nantinya, siapa-siapa saja yang memang layak untuk diberikan insentif untuk beli kendaraan listrik," kata dia.

 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dengan beralih ke kendaraan listrik dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan Bahan Bakar Minyak yang sudah mencapai 70 miliar liter per tahun.

 

Oleh karena itu, untuk mendorong populasi kendaraan elektrik di Indonesia, Pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan untuk mengeluarkan insentif bagi konsumen mobil listrik sebanyak Rp 80 juta, sedangkan untuk yang menggunakan hybrid mendapat insentif sebesar Rp 40 juta dan untuk motor listrik sebesar Rp 8 juta.

 

Pemerintah juga menyiapkan dana insentif sebesar Rp 5 juta per konsumen yang memiliki keinginan beralih ke kendaraan listrik dengan cara konversi.

 

Pemerintah juga meyakini dengan adanya insentif kendaraan listrik, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin cepat bertumbuh. Hingga kini, Taufik Bawazier menyatakan sudah terdapat 41 produsen otomotif yang telah membuat pabrik pembuatan kendaraan elektrik di Indonesia.

 

"Dengan adanya insentif ini diharapkan oleh pemerintah, ekosistem kendaraan elektrik ini akan tumbuh. Industriawan melihat pasar Indonesia ini luar biasa, terdapat 41 pabrik EV di Indonesia. Artinya ada ekspektasi besar di pasar EV itu ada," ujar dia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement