Rabu 22 Feb 2023 14:40 WIB

Erdogan Janjikan Mobilisasi Semua Sumber Daya untuk Wilayah Terdampak Gempa

70 ribu rumah akan dibangun di desa-desa yang terkena dampak gempa di Turki.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Orang-orang berjalan melewati bangunan yang runtuh setelah gempa dahsyat di kota Jinderis, provinsi Aleppo, Suriah, Kamis, 9 Februari 2023. Gempa yang menghancurkan ribuan bangunan itu merupakan salah satu yang paling mematikan di dunia dalam lebih dari satu dekade.
Foto: Foto AP/Ghaith Alsayed
Orang-orang berjalan melewati bangunan yang runtuh setelah gempa dahsyat di kota Jinderis, provinsi Aleppo, Suriah, Kamis, 9 Februari 2023. Gempa yang menghancurkan ribuan bangunan itu merupakan salah satu yang paling mematikan di dunia dalam lebih dari satu dekade.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki telah mengerahkan semua sumber daya dan sarananya untuk melakukan akomodasi dan layanan penghidupan bagi para korban gempa bumi pada 6 Februari. Dalam satu tahun negara akan menghidupkan kembali desa dan kota yang dilanda gempa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pengarahan di provinsi Osmaniye selatan pada Selasa (21/2/2023), total 70 ribu rumah akan dibangun di desa-desa yang terkena dampak gempa yang berpusat di Kahramanmaras. Rumah itu nantinya akan diserahkan kepada penerima manfaat. Erdogan menyatakan, bangunan baru tidak akan memiliki lebih dari tiga atau empat lantai selain lantai dasar.

Turki bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan hampir 200 ribu rumah permanen dan menempatkan warganya di tempat tinggal tersebut dalam waktu satu tahun. Wilayah-wilayah yang menerima manfaat itu ada di 11 provinsi yang terkena gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6.

"Jumlah rumah yang akan kami bangun pada bulan Maret di 11 provinsi yang dilanda gempa akan menjadi sekitar 270 ribu. Kami akan membangun kembali dan memperkuat Gaziantep sambil mempertahankan identitas historis dan struktur demografisnya," ujar Erdogan saat mengunjungi Gaziantep.

Selain pembangunan, lebih dari 271 ribu personel dikirim ke 11 provinsi tersebut untuk semua layanan. Upaya pencarian dan penyelamatan dan keamanan terus berlangsung.

Presiden berbagi, bahwa total 300 ribu tenda didirikan di daerah yang dilanda gempa, dengan 865 ribu warga Turki menetap, sementara 23.500 lainnya tinggal di kontainer. Sekitar 376 ribu warga Turki tinggal di asrama yang berafiliasi dengan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Lebih dari 1,1 juta bangunan telah diperiksa di wilayah tersebut. Ditentukan bahwa 458 ribu bagian independen dari 139 ribu bangunan dihancurkan, akan dihancurkan dan rusak parah," ujar Erdogan dikutip dari Anadolu Agency.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement