Sabtu 25 Feb 2023 12:08 WIB

Los Angeles Keluarkan Peringatan Badai Salju Pertama Kali

Badai itu diperkirakan menguat pada Jumat dan bertahan hingga Sabtu waktu setempat.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ferry kisihandi
Dalam foto yang disediakan oleh Resor Ski Northstar ini, salju segar mengelilingi lift ski di Truckee, California, pada Senin, 13 Desember 2021. Badai musim dingin besar yang melanda California Utara diperkirakan akan meningkat dan membawa sakit kepala perjalanan dan ancaman banjir lokal setelah musim gugur yang tidak normal di Barat AS.
Foto: AP/Shannon Buhler/Northstar Ski Resort
Dalam foto yang disediakan oleh Resor Ski Northstar ini, salju segar mengelilingi lift ski di Truckee, California, pada Senin, 13 Desember 2021. Badai musim dingin besar yang melanda California Utara diperkirakan akan meningkat dan membawa sakit kepala perjalanan dan ancaman banjir lokal setelah musim gugur yang tidak normal di Barat AS.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Badai musim dingin yang bergerak lambat meningkat di California pada Jumat (24/2/2023). Kondisi tersebut memicu peringatan badai salju pertama di beberapa bagian daerah Los Angeles dalam 30 tahun.

Kemunculan badai salju di wilayah itu menciptakan pemandangan luar biasa dari kepingan salju yang berputar-putar di sekitar tanda Hollywood yang ikonik.  Puncak Mount Lee di perbukitan di atas kota ini terkenal dengan hari-hari cerah dan pohon palemnya.

Penduduk di kaki bukit dengan ketinggian lebih rendah di pantai tengah California dan daerah Teluk San Francisco bangun dengan salju setebal dua hingga tujuh sentimeter. 

"Terakhir kali kami melihat salju seperti ini di dataran rendah adalah pada 2011. Ini peristiwa yang relatif langka," kata ahli meteorologi Layanan Cuaca Nasional (NWS) di Monterey, California, Sarah McCorkle.

San Francisco juga memecahkan rekor 132 tahun untuk suhu terendah pada 24 Februari yang pernah didokumentasikan. McCorkle mengatakan, suhu udara turun hingga 4 derajat Celcius pada Jumat pagi, satu derajat lebih rendah dari rekor sebelumnya pada 1891.

Badai itu diperkirakan menguat pada Jumat dan bertahan di California hingga Sabtu (25/2/2023) waktu setempat. 

Petugas di Pusat Prediksi Cuaca NWS di College Park, Maryland, Bryan Jackson menyatakan, sebuah sistem tekanan rendah besar didorong dari Arktik bertanggung jawab atas kondisi yang tidak biasa ini.

"Ini kasus langka dari peristiwa badai yang signifikan dan dingin," kata Jackson merujuk pada wilayah California Selatan.

Kantor kepolisian di San Bernardino County memposting klip video di Twitter yang menunjukkan para petugas berbaring di salju. Mereka mengepakkan tangan dan kaki untuk membuat "malaikat salju", sementara mendesak penduduk untuk menjauh dari jalan raya.

Sedangkan badai terpisah yang melanda wilayah Dataran AS, Midwest, dan Great Lakes awal pekan ini bertiup ke Atlantik pada Jumat. Sebelumnya badai ini melewati New England dengan lebih dari 750 ribu rumah dan bisnis, sebagian besar di Michigan, tetap tanpa listrik.

Para ahli menyatakan, badai musim dingin yang kuat, diselingi dengan panas ekstrem dan musim kemarau, adalah gejala perubahan iklim. Kondisi tersebut akan semakin sering dan intens.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement